<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372</id><updated>2011-12-06T07:35:29.440-08:00</updated><category term='Information Tecnologi'/><category term='Soil Science'/><category term='Foto Soil Science'/><title type='text'>18@rNev™</title><subtitle type='html'>Blog ini berisi tentang Ilmu Tanah...
saya membuat blog ini karna orang Ilmu Tanah kurang berperan dalam Pertanian...

by: 18@rNev</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-4646807717194049821</id><published>2011-02-04T00:22:00.000-08:00</published><updated>2011-02-04T01:18:53.949-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>ASAM HUMAT (HUMIC ACID)</title><content type='html'>Sumber bahan organik alami dalam tanah subur berasal dari substansi humus (humic substances) yang biasanya terakumulasi pada bagian lapisan atas tanah (top soil). Zat aktif atau kandungan utama dalam humus yang berperan terhadap kesuburan tanah adalah senyawa Asam Humat (Humic Acid) dan Asam Fulvat (Fulvic Acid). Senyawa-senyawa tersebut merupakan zat organik yang stabil dan merupakan hasil akhir dari proses dekomposisi bahan organik. Asam humat dan asam fulvat berbeda dengan zat organik yang terkandung dalam bahan organik lain seperti kompos dan pupuk kandang yang umumnya berupa zat organik yang mudah terurai oleh mikroba tanah dan akhirnya akan habis. Kandungan asam humat dalam humus umumnya lebih tinggi dari pada asam fulvat. Oleh karena itu komponen utama humus seringkali disebut hanya asam humat saja, walaupun sebenarnya mengandung asam fulvat juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TUvB8n94MyI/AAAAAAAAALM/cGYtYzeWbeQ/s1600/Betta%2Bakarensis%2Bbiotope%2BRanbungan%2BMatang.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 182px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TUvB8n94MyI/AAAAAAAAALM/cGYtYzeWbeQ/s320/Betta%2Bakarensis%2Bbiotope%2BRanbungan%2BMatang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569758611438580514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asam humat adalah zat organik yang memiliki struktur molekul kompleks dengan berat molekul tinggi (makromolekul) atau dapat disebut sebagai polimer organik yang mengandung gugus aktif. Di alam, asam humat terbentuk melalui proses fisika, kimia, dan biologi dari bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan maupun hewan, yang disebut proses humifikasi. Oleh karena struktur asam humat terdiri dari campuran senyawa organik alifatik dan aromatik (diantaranya ditunjukkan dengan adanya gugus aktif asam karboksilat dan quinoid), maka asam humat memiliki kemampuan untuk menstimulasi dan mengaktifkan proses biologi dan fisiologi pada organisme hidup dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sifat penting lain dari asam humat yang berhubungan dengan perannya dalam memperbaiki kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman adalah Kapasitas Tukar Kation (Cation Exchange Capacity) yang tinggi, memiliki kemampuan mengikat air (Water Holding Capacity) yang besar, sebagai zat pengompleks (Chelating/Complexing Agent), dan kemampuan untuk mengikat (fiksasi) polutan dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keunggulan sifat-sifat yang dimilikinya, berikut ini beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan asam humat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan masukan (uptake) nutrient melalui konversi hara menjadi bentuk tersedia dan meningkatkan permeabilitas membran tanaman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengikat dan mengatur pelepasan hara (slow release) sesuai kebutuhan tanaman sehingga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk dan mengurangi kehilangan hara karena terlarut atau menguap.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merangsang pertumbuhan tanaman dan mempercepat pertumbuhan akar atau tunas muda sehingga tanaman lebih cepat tumbuh serta menambah hasil dan kualitas tanaman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperbaiki struktur tanah secara fisika maupun kimia (kegemburan, pH, pengikatan air, sifat koloid, katalis organik, dsb.) sehinga mampu menopang pertumbuhan tanaman dengan baik dan tanaman tidak mudah stress.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menstimulasi peningkatan aktivitas mikrobiologi tanah yang menguntungkan bagi pertumbuhan akar tanaman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;1. PENGARUH HUMIC ACID PADA SIFAT FISIKA TANAH&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Humic acid mempunyai kemampuan arbsorsi air sekitar 80-90%. Sehingga pergerakan air secara vertikal (infiltrasi) semakin meningkat dibanding secara horisontal, berguna untuk mengurangi resiko erosi pada tanah. Selain itu juga meningkatkan kemampuan tanah menahan air.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Humic acid berperan sebagai granulator atau memperbaiki struktur tanah. Terjadi karena tanah mudah sekali membentuk kompleks dengan humid acid , terjadi karena meningkatnya populasi mikroorganisme tanah, diantaranya adalah jamur, cendawan dan bakteri. Karena humic acid digunakan sebagai penyusun tubuh dan sumber energinya. Cendawan tersebut mampu menyatukan butir tanah menjadi agregat. Sedangkan bakteri berfungsi sebagai semen yang menyatukan agregat, sementara jamur dapat meningkatkan fisik dari butir-butir prima. Hasilnya adalah tanah yang lebih gembur berstruktur remah dan relatif lebih ringan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;•    Meningkatkan aerasi tanah akibat dari bertambahnya pori tanah (porositas) akibat pembentukan agregat,. Udara yang terkadung dalam pori tanah tersebut umumnya didominasi oleh gas-gas O2, N2, dan CO2. Hal ini penting bagi pernapasan (respirasi) mikro-organisme tanah dan akar tanaman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menggelapkan warna tanah menjadi semakin coklat kehitaman, sehingga meningkatkan penyerapan radiasi sinar matahari yang akan meningkatkan suhu tanah menjadi lebih hangat.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;2. PENGARUH HUMIC ACID PADA SIFAT KIMIA TANAH&lt;br /&gt;Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK). Peningkatan tersebut menambah kemampuan tanah untuk menahan unsur-unsur hara atau nutrisi. Humic acid membentuk kompleks dengan unsur mikro sehingga melindingi unsur tersebut dari pencucian oleh air hujan. Unsur N,P, dan K diikat dalam bentuk organik atau dalam tubuh mikroorganisme sehingga dapat dipertahankan dan sewaktu-waktu dapat diserap oleh tanaman. Sehingga dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk kimia.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Humic acid mampu mengikat logam berat (membentuk senyawa khelate) kemudian mengendapkannya sehingga mengurangi keracunan tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan pH tanah asam akibat penggunaan pupuk kimia yang terus menerus. Terutama tanah yang banyak mengandung alumunium. Karena humic acid mengikat Al sebagai senyawa kompleks yang sulit larut dalam air (insoluble) sehingga tidak dapat terhidrolisis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;katan kompleks yang terjadi antara humic acid dengan Fe dan Al merupakan antisipasi terhadap ikatan yang terjadi antara unsur P (phosphorus) dengan Al dan Fe, sehingga unsur P dapat terserap secara maksimal oleh tanaman.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;3. PENGARUH HUMIC ACID PADA SIFAT BIOLOGI TANAH&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Akibat pengaruh humic acid terhadap sifat fisika dan kimia tanah, sehingga menciptakan situasi tanah yang kondusif untuk menstimulasi perkembangan mikroorganisme tanah yang berfungsi dalam proses dekomposisi yang menghasilkan humus (humification).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aktifitas mikroorganisme di atas tanah akan menghasilkan hormon-hormon pertumbuhan seperti auxin, sitokinin., dan giberillin&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;AUXIN, berfungsi :&lt;br /&gt;•    Merangsang proses perkecambahan biji ;&lt;br /&gt;•    Memacu proses terbentuknya akar dan pertumbuhannya ;&lt;br /&gt;•    Merangsang pucuk tanaman dan akar yang tak mau berkembang menjadi mampu berkembang kembali.&lt;br /&gt;SITOKININ, berfungsi :&lt;br /&gt;•    Memacu pembelahan dan pembesaran sel sehingga mampu memacu pertumbuhan ;&lt;br /&gt;•    Merangsang pembentukan tunas-tunas baru ;&lt;br /&gt;•    Mencegah kerusakan pada hasil panenan,sehingga lebih awet.&lt;br /&gt;GIBERELIN, berfungsi :&lt;br /&gt;•    Meningkatkan pembungaan dan pembuahan ;&lt;br /&gt;•    Meningkatkan prosentase jadinya bunga dan buah;&lt;br /&gt;•    Mengurangi kerontokan bunga dan buah ;&lt;br /&gt;•    Mendorong partenokarpi atau pembuahan tanpa proses penyerbukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANFAAT HUMIC ACID BAGI TANAMAN Humate bermanfaaat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Terdapat dua proses penting yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Peningkatan energi sel tanaman dan sebagai hasilnya adalah intensifikasi proses pertukaran ion. Sehingga mempercepat pertumbuhan sistem akar dan membuat akar lebih panjang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan penetrasibilitas (kemampuan penyerapan) membran sel tanaman. Memudahkan nutrisi untuk terserap ke dalam sel serta mempercepat proses pernapasan (respirasi) tanaman.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Pembentukan sistem akar yang kuat dan panjang memberikan efek yang baik tanaman. Daya serap dan jelajah akar semakin maksimal untuk mencari unsur hara dan nutrisi dalam tanah. Kemampuan sel tanaman dalam menyerap nutrisi semakin baik, sebagai akibat dari kapasitas tukar kation (KTK) humic acid sangat tinggi (perlu diketahui bahwa penyerapan nutrisi oleh tanaman melalui mekanisme pertukaran ion).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(Sumber : teravita.com)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-4646807717194049821?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/4646807717194049821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2011/02/asam-humat-humic-acid.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/4646807717194049821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/4646807717194049821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2011/02/asam-humat-humic-acid.html' title='ASAM HUMAT (HUMIC ACID)'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TUvB8n94MyI/AAAAAAAAALM/cGYtYzeWbeQ/s72-c/Betta%2Bakarensis%2Bbiotope%2BRanbungan%2BMatang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-2914932512784029154</id><published>2010-12-17T03:02:00.000-08:00</published><updated>2010-12-17T22:49:42.676-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Information Tecnologi'/><title type='text'>Klasifikasi Font Dalam Desain Grafis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TQtIHwoQSXI/AAAAAAAAAKY/FAsc_9HkKX0/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 83px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TQtIHwoQSXI/AAAAAAAAAKY/FAsc_9HkKX0/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551610263814293874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel psd-tutorial kali ini akan membahas mengenai klasifikasi font dalam desain grafis atau judul sederhananya: jenis-jenis font. Hal ini pertama kali saya pelajari ketika awal-awal kuliah desain grafis. Font itu terbagi dalam 4 jenis, yaitu Serif, Sans Serif, Script dan Decorative. Masing-masing font memiliki karakteristik tersendiri dan kegunaannya masing-masing juga berbeda.&lt;br /&gt;Jika anda menekuni desain grafis atau tertarik dengan desain grafis, anda perlu belajar tentang jenis-jenis font selain mempelajari software-software desain grafis seperti adobe photoshop dan adobe illustrator&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikut ini definisi dari setiap font yang saya sajikan secara bebas:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Serif&lt;/span&gt; : huruf yang memiliki kait/serif (sedikit menjorok keluar) pada bagian ujung atas atau bawahnya.&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TQxXwcrkjtI/AAAAAAAAAKg/YDbYfnOeDv4/s1600/2.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 93px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TQxXwcrkjtI/AAAAAAAAAKg/YDbYfnOeDv4/s320/2.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551908930485259986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Font Serif cenderung digunakan untuk hal-hal yang bersifat formal. Font Serif sering sekali digunakan sebagai body text dan headline. Hal ini disebabkan Font Serif relatif mudah dibaca dalam komposisi teks yang panjang. Hal ini pula yang menyebabkan koran-koran memakai Font Serif untuk setiap artikelnya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sans Serif&lt;/span&gt; : huruf yang tidak memiliki kait/serif pada ujung atas maupun bawahnya.&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TQxYPTuBmEI/AAAAAAAAAKo/lzJapy3buEY/s1600/3.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 88px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TQxYPTuBmEI/AAAAAAAAAKo/lzJapy3buEY/s320/3.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551909460655577154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Font Sans-serif cenderung digunakan untuk hal-hal yang semi formal dan santai. font Sans-serif lebih sederhana jika dibandingkan dengan Font Serif karena tidak mengandung Serif. Font Sans-serif sering digunakan untuk majalah-majalah dan layar komputer. Saya sendiri lebih suka menggunakan font-font Sans-seris dibandingkan Font Serif. Font favorit saya dari list di atas adalah Myriad Pro, Segoe UI dan Optima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Script&lt;/span&gt; : huruf yang bentuknya menyerupai tulisan tangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TQxYvtj2vvI/AAAAAAAAAKw/rSTxVqW9FZE/s1600/4.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 98px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TQxYvtj2vvI/AAAAAAAAAKw/rSTxVqW9FZE/s320/4.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551910017348058866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ciri khas Font Script adalah menyerupai tulisan tangan (handwriting) dan umumnya terkesan anggun. Font Script selalu memiliki tebal tipis tulisan yang bervariasi dalam setiap hurufnya. Salah satu karakteristiknya adalah tidak bisa menggunakan huruf besar (capital) dalam satu kata karena akan terlihat sangat tidak rapi. Komposisi yang benar adalah huruf kecil semua atau huruf capital di depannya, sisanya menggunakan huruf kecil. Font Favorit saya dari list di atas adalah Ex Ponto Pro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Decorative&lt;/span&gt; : huruf yang tidak termasuk ke dalam klasifikasi di atas.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TQxZCE-ESQI/AAAAAAAAAK4/OqT6axttOps/s1600/5.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TQxZCE-ESQI/AAAAAAAAAK4/OqT6axttOps/s320/5.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551910332869658882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Font Decorative tidak punya karakteristik yang mirip antara satu font dengan font lainnya. Setiap Font Decorative memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan kemauan desainer font tersebut. Font favorit saya dari list di atas adalah Strumpf dan Flying Penguin (lucu banget).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-2914932512784029154?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/2914932512784029154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/12/klasifikasi-font-dalam-desain-grafis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/2914932512784029154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/2914932512784029154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/12/klasifikasi-font-dalam-desain-grafis.html' title='Klasifikasi Font Dalam Desain Grafis'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TQtIHwoQSXI/AAAAAAAAAKY/FAsc_9HkKX0/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-6222170136344855374</id><published>2010-10-05T04:11:00.000-07:00</published><updated>2010-12-17T23:57:26.861-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Manfaat Asam Humat Di Tanah Berpasir</title><content type='html'>Masalah di tanah berpasir hampir  berlawanan di  tanah liat. Yang menjadi alasan kuat, seperti tanah liat terdiri dari partikel-partikel sangat kecil dan tanah berpasir memiliki partikel lebih besar. Ukuran partikel membuat perbedaan besar dalam cara air, udara dan nutrisi bergerak melalui tanah. Besar ukuran partikel partikel tanah berpasir berarti bahwa air bergerak cepat dan melarutkan nutrisi (bergerak pergi, ke dalam air tanah) dengan cepat. Asam humat sebagai pembenah  tanah ditambahkan ke tanah berpasir akan secara dramatis meningkatkan manfaat tanah untuk berkebun dan tujuan pertanian. Kecuali anda menggunakan pasir murni sebagai media tumbuh hidroponik, Anda memerlukan sedikit lebih banyak bahan organik dalam tanah. Asam humat dapat membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TKsIitnPRaI/AAAAAAAAAKQ/Hf5BEdkVqWc/s1600/pasir-gambut.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TKsIitnPRaI/AAAAAAAAAKQ/Hf5BEdkVqWc/s320/pasir-gambut.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524518760352794018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asam humat sebagai pembenah tanah atau kondisiener tanah sangat bermanfaat sekali bagi dunia pertanian. Di tanah berpasir dengan struktur pori- pori yang lebar zat hara dari permukaaan tanah akan langsung menerobos dan masuk ke dalam struktur tanah yang lebih dalam. Pada tanah yang strukturnya berpasir, asam humat akan membantu menahan zat hara agar dapat di manfaatkan oleh tanaman. Asam humat mengikat unsur hara sehingga bakteri tanah dapat mengurainya dengan baik dan akar tanaman dapat menyerapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan asam humat mengikat air sangat membantu Anda yang bertanam di lahan berpasir. Air dapat di tahan sehingga penggunaannya menjadi lebih efisien dan tanaman tercukupi kebutuhan airnya. Dengan ketersediaan air yang cukup di tanah maka akan meningkatkan perkembangan mikroorganisme yang dibutuhkan tanaman sehingga system simbiosis antara tanah, akar dan mikroorganisme terkait dapat berjalan optimal.&lt;br /&gt;Benefit yang Anda bisa dapatkan menggunakan asam humat terbaik :&lt;br /&gt;•    Penggunaan air dapat optimal.&lt;br /&gt;•    Penghematan penggunaan pupuk kimia.&lt;br /&gt;•    Memberdayakan lahan yang berpasir dan kurang potensial.&lt;br /&gt;•    Tanaman dapat tumbuh optimal dengan tersedianya unsur hara.&lt;br /&gt;•    Produktivitas lahan menjadi meningkat.&lt;br /&gt;•    Membantu meningkatkan ekonomi masyarakat yang tinggal di lahan kritis atau berpasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asam Humat dan Ketersediaan Gizi di Tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanah berpasir, secara umum, memiliki kelangkaan bahan organik. Bahan organik sangat penting untuk berbagai alasan. Yang paling penting adalah bahwa sebagaimana pengurai, maka nutrisi yang terurai menjadikan tanaman dapat menyerapnya. Partikel pasir juga cuaca dan kerusakan tanah,  tidak melepaskan zat gizi yang sama seperti materi organik. Asam humat sebagai pembenah tanah juga membantu dalam kapasitas menahan nutrisi untuk tanah berpasir sehingga mereka tetap tersedia untuk tanaman dan tidak meleleh keluar. Jika Anda melihat tanaman yang tumbuh di tanah berpasir yang cukup tanpa menambahkan bahan organik, mereka sering menunjukkan tanda-tanda kekurangan nitrogen (sebuah daun menguning.) Selain membuat lebih  tersedianya nutrisi makro, asam humat  juga membuat gizi mikro seperti zat besi lebih banyak tersedia, oleh ikatan yang terjadi dan menjaga dari pembentukan presipitat dengan fosfor dan pencucian keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asam Humat dan Struktur Tanah di Tanah Berpasir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena ruang antara partikel tanah, air dapat bebas mengalir masuk dan keluar dari tanah berpasir, yang merupakan masalah bagi tanaman yang membutuhkan air. Penambahan asam humat  meningkatkan kapasitas memegang air tanah yang buruk sehingga dapat tersedia bagi tanaman dan akar tanaman yang diperlukan. Asam humat selain memperbaiki struktur tanah adalah dengan merangsang mikroorganisme menguntungkan. Mikroba bertanggung jawab atas bahan organik yang membusuk menciptakan siklus produksi terus-menerus humus dan lebih memperkuat struktur kesehatan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asam Humat adalah Duct Tape (pembenah) untuk Pekebun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kedengarannya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan bahwa substansi yang sama yang membantu memecahkan tanah liat dan meningkatkan drainase dan pertukaran oksigen juga membantu mempertahankan tanah berpasir nutrisi dan air. Banyak bahan kimia telah dikembangkan dari awal pertanian, tetapi tidak ada yang dapat menandingi materi organik, terutama asam humat. Penelitian oleh berbagai organisasi telah mengidentifikasi asam humat bermanfaat dalam hal aktivitas mikroba tanah, pertumbuhan tanaman dan pernapasan, ketersediaan hara dalam tanah, dan banyak lagi, tetapi tidak ada peneliti telah mampu meniru persis efek asam humat alami dengan apapun yang dihasilkan secara subtansi sintetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel Ida Amal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-6222170136344855374?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/6222170136344855374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/10/manfaat-asam-humat-di-tanah-berpasir.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/6222170136344855374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/6222170136344855374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/10/manfaat-asam-humat-di-tanah-berpasir.html' title='Manfaat Asam Humat Di Tanah Berpasir'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TKsIitnPRaI/AAAAAAAAAKQ/Hf5BEdkVqWc/s72-c/pasir-gambut.png' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-4737109428327697746</id><published>2010-10-05T03:46:00.000-07:00</published><updated>2010-12-17T23:02:30.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Penggunaan Asam Humat Dan Fulvat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TKsFQZUeNUI/AAAAAAAAAKI/q0wii_6dZxY/s1600/humat.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TKsFQZUeNUI/AAAAAAAAAKI/q0wii_6dZxY/s320/humat.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524515147132843330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada dekade sekarang ini untuk menemukan tanah dengan standar subur adalah sulit sekali. Hampir seluruh tanah pertanian dan perkebunan yang ada, tidak mempunyai kriteria sebagai tanah yang subur, yaitu tanah yang  jika ditanami dengan tanaman tidak membutuhkan pupuk tambahan. Hampir tidak ada lagi. Petani dan pekebun sangat tergantung pada pupuk tambahan untuk mendapatkan hasil tanaman seperti yang diharapkan.&lt;br /&gt;Humagold, adalah asam humat plus yang dapat digunakan sebagai penyubur tanah dan memperbaiki struktur tanah sehingga tanah menjadi siap ditanami  kembali. Diantara kemampuan asam humat adalah membentuk agregat tanah sehingga terbentuklah granul-granul tanah yang mempunyai kemampuan untuk mengikat air dan zat hara. Granul tanah akan menimbulkan pori-pori tanah sehingga aliran udara menjadi lebih baik dan kandungan oksigen dalam tanah menjadi meningkat. Drainase tanah terhadap air permukaan ke dalam tanah menjadi lebih baik juga. Selain itu humagold berfungsi meningkatkan pH tanah asam menjadi basa sehingga kendala yang muncul pada tanaman yang ditanam di tanah asam, daerah gambut khususnya, tidak muncul lagi. Tanah menjadi layak untuk ditanami dan menghasilkan tanaman yang produktif serta optimal pertumbuhannya.&lt;br /&gt;Terbentuknya granul-granul tanah yang membentuk pori-pori tanah akan mengakibatkan kandungan oksigen tanah meningkat dan kemampuannya dalam mengikat air serta menurunkan tingkat keasaman tanah memberikan efek positif bagi perkembangan mikroflora tanah sehingga terbentuk simbiose yang optimal antara tanah, mikroflora dan system perakaran tanaman, alhasil tanah yang subur dan kaya zat hara akan terbentuk kembali.&lt;br /&gt;Selain berfungsi sebagai penyubur tanah, Humagold bermanfaat langsung pada tanamannya. Asam humat mempunyai kemampuan untuk melebur pada system pembentukkan sel sehingga perkembangan sel tanaman menjadi maksimal dan memberi daya kekebalan yang meningkat terhadap serangan penyakit. Dengan tanaman yang sehat dan tanah yang subur maka produktivitas tanah dan tanamannya menjadi meningkat sehingga hasil yang optimal sesuai kapasitas bibit akan tercapai dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam fulvat adalah salah satu dari kelompok senyawa yang disebut humates. Humates terbentuk ketika bakteri pada rambut dari akar tanaman membusukkan bahan organik di dalam tanah. Fulvat  berasal dari senyawa lain disebut asam humat, asam fulvat merupakan molekul ionik kecil. Hal ini membantu melarutkan mineral dalam tanah sehingga mereka dapat diambil oleh akar tanaman dan digunakan oleh sel tanaman.&lt;br /&gt;Untuk beberapa waktu, asam fulvat telah pergi tanpa diketahui sebagai suplemen potensial. Penelitian terbaru meskipun telah menemukan sejumlah manfaat kesehatan potensial untuk mengambil melacak fulvat sebagai suplemen. Hal ini sangat berguna saat mengambil dengan suplemen mineral.&lt;br /&gt;Seperti disebutkan, asam fulvat merupakan molekul ionik kecil yang membantu melarutkan mineral dalam tanah sehingga mereka dapat lebih baik digunakan oleh sel tanaman. Penelitian menunjukkan bahwa asam fulvat sebagai suplemen bekerja dengan cara yang sama untuk sel tubuh kita. Hal ini membuatnya lebih mudah untuk mineral dan vitamin untuk masuk ke dalam sel tubuh kita. Asam fulvat menggabungkan dengan mineral untuk membentuk senyawa yang mudah dapat diangkut oleh sel-sel tubuh kita untuk kita. Dikombinasikan dengan mineral ion cair, asam fulvat dapat sangat meningkatkan ketersediaan hayati, yaitu berapa banyak suplemen sebenarnya tersedia untuk sel-sel tubuh kita, banyak vitamin dan mineral.&lt;br /&gt;Selain membantu penyerapan vitamin dan mineral, penelitian menunjukkan bahwa asam fulvat dapat bertindak sebagai katalis untuk membantu sel-sel kita menggunakan vitamin dan mineral yang lebih efisien.Katalis hanya sebuah senyawa yang membantu reaksi kimia terjadi. Fulvat membantu melacak ribuan reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh kita setiap menit.&lt;br /&gt;Kemampuan  asam fulvat untuk menggabungkan dengan mineral dan logam mungkin menjelaskan mengapa beberapa peneliti percaya bahwa itu dapat membantu tubuh flush out toxins. Molekul kecil fulvat ionik asam yang muncul untuk mengikat dengan logam berat dan racun lainnya. Hal ini membuat lebih mudah bagi tubuh untuk mengangkut racun-racun ini untuk filter alam kita dan menghilangkan mereka dari sistem kami.&lt;br /&gt;Studi juga menunjukkan bahwa jejak fulvat merupakan antioksidan kuat. Antioksidan adalah senyawa seperti vitamin A, C, E dan mineral selenium yang membantu menghentikan radikal bebas. Radikal bebas adalah produk sampingan dari metabolisme alam. Tubuh kita membersihkan mereka saat mereka diciptakan. Namun, dari waktu ke waktu atau cenderung untuk kekurangan antioksidan, beberapa dari mereka tidak membersihkan diri. Radikal bebas yang kemudian bebas untuk merusak sel. Ini merusak sel oleh radikal bebas merupakan salah satu penyebab penuaan dini. Hal ini juga dapat menyebabkan hilangnya energi dan vitalitas dan sistem kekebalan tubuh melemah. Fulvat merupakan antioksidan kuat dan sangat efisien dalam membersihkan radikal bebas dalam tubuh. Dengan demikian,  benar-benar dapat membantu memperlambat proses penuaan dan memberikan dorongan untuk sistem kekebalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel : Neil Butterfield, EzineArticles&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-4737109428327697746?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/4737109428327697746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/10/penggunaan-asam-humat-dan-fulvat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/4737109428327697746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/4737109428327697746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/10/penggunaan-asam-humat-dan-fulvat.html' title='Penggunaan Asam Humat Dan Fulvat'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TKsFQZUeNUI/AAAAAAAAAKI/q0wii_6dZxY/s72-c/humat.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-2728410462582493356</id><published>2010-10-05T03:35:00.000-07:00</published><updated>2010-12-17T23:02:30.451-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Pentingnya Asam Humat Dan Fulvat Di Tanah</title><content type='html'>Dalam rangka menumbuhkan tanaman yang sehat, salah satu kebutuhan utama adalah menyediakan  nutrisi/ gizi yang tepat. Asam di tanah membuat pertumbuhan tanaman terus-menerus dan cepat terganggu dengan kesehatannya. Banyak sekali tanah akan kekurangan nutrisi dan kita harus menyediakan tanah dengan nutrisi dalam rangka untuk mengisi itu. Kondisioner tanah organik seperti asam fulvat dan asam humat,  pupuk organik cair lain yang tersedia di pasar berguna memberikan tanah sehat seperti yang mereka inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TKsBtS72l0I/AAAAAAAAAKA/nKGjwZ0F22A/s1600/as-humat.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TKsBtS72l0I/AAAAAAAAAKA/nKGjwZ0F22A/s320/as-humat.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524511245588666178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Asam fulvat sebenarnya merupakan produk yang berasal dari senyawa asam humat. Asam fulvat membantu melarutkan mineral hadir di tanah sehingga membantu pertumbuhan tanaman yang lebih baik. Sejak beberapa tahun orang telah menggunakan asam fulvat dan pupuk organik lainnya untuk pertumbuhan akar yang sehat. Asam ini meningkatkan metabolisme dalam tanah dan membantu dalam respirasi. Metabolisme protein dirangsang dengan bantuan asam ini bersama dengan meningkatkan aktivitas enzim dalam akar tanaman.&lt;br /&gt;Pupuk penting lainnya diberikan kepada tanah untuk pertumbuhan yang lebih baik adalah hyrolysate ikan. Ini juga seperti nutrisi lain yang membantu pertumbuhan tanaman dan secara bertahap menjadi bagian dari buffer pH tanah. Hal ini telah dibuktikan bahwa pedagang grosir asam humat yang cukup produktif serta penelitian yang telah membuktikan bahwa semua komponen ini adalah  membuat mineral dan vitamin bioaktif dan bio-yang tersedia yang sangat penting untuk mengubah negara ini menjadi organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya asam humat dan fulvat ditambahkan dalam tanah bertindak sebagai agen pelindung untuk akar dan tanaman. Asam fulvat adalah salah satu elektrolit  terkuat yang dikenal untuk memberikan dukungan kepada sel-sel yang rusak dan sangat alami. Ia memiliki kekuatan untuk menghilangkan efek keracunan di dalam tanah segera setelah diberikan.&lt;br /&gt;Jika Anda terkait dengan bisnis pertanian dan ingin mendapatkan yang lebih baik harga jual yang menguntungkan untuk tanaman Anda. Mulai menggunakan asam fulvat sebuah asam humat baik yang meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan melarutkan mineral yang ada dari dalam  tanah sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari: beberapa sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-2728410462582493356?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/2728410462582493356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/10/pentingnya-asam-humat-dan-fulvat-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/2728410462582493356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/2728410462582493356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/10/pentingnya-asam-humat-dan-fulvat-di.html' title='Pentingnya Asam Humat Dan Fulvat Di Tanah'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/TKsBtS72l0I/AAAAAAAAAKA/nKGjwZ0F22A/s72-c/as-humat.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-3789114944311509235</id><published>2010-05-14T08:20:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T08:26:40.703-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Information Tecnologi'/><title type='text'>Komputer blue screen kenapa yah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Komputer blue screen?&lt;br /&gt;dari pengalaman saya ada beberapa penyebab, di antaranya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM (0X00000024) atau  (0X00000023), pesan tersebut menunjukan bahwa kesalahan ada pada partisi  hard disk dan bukan hardiskya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;DATA_BUS_ERROR, pesan tersebut isebabkan oleh slot memory di  motherboard rusak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA, pesan tersebut karena kerusakan  hardware, termasuk memoru utama, memory videocard, atau memory di  prossesor (L2 Chache)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL (0X0000000A), pesan ini disebabkan karena  ketidak cocokan dari driver yang diinstall dalam kompi. Driver di  komputer yang banyak jumlahnya tentunya tidak semua bisa cocok dan ada  kalanya bentrok. yah gini contonya… saat kita pengen ganti VGA card baru  dan belum meng-Uninstall driver yang lama&lt;/li&gt;&lt;li&gt;UNEXPECTED_KERNEL_MODE_TRAP (0X0000007F), pesan tersebut disebabkan  oleh overclock hardware yang berlebihan, komponen yang kepanasan, Bios  yang korupt dan memory atau prosessor yang cacat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE, pesan tersebut disebabkan oleh kesalahan  dalam konfigurasi jumper harddisk yang salah, virus boot sector, driver  IDE Controller yang salah, atau kesalahan Driver Cipset&lt;/li&gt;&lt;li&gt;VIDEO_DRIVER_INIT_FAILURE, pesan tersebut karena instalasi driver  video Card yang kurang sempurna, restart pada saat instalasi atau juga  dapat terjadi karena kesalahan dalam instalasi driver&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BAD_POOL_CALLER, pesan tersebut muncul karena driver yang tidak  compertebel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PEN_LIST_CORRUPT, pesan tersebut disebabkan oleh rusaknya RAM&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MACHINE_CHECK_EXCEPTION, pesan tersebut muncul karena cacatnya CPU,  atau driver yang dioverclock secara agresif, serta power supply yang  kekurangan daya atau rusak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dmbl (&lt;em&gt;dan masih banyak lagi&lt;/em&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Semoga bermanfaat dan bisa menjawab kenapa &lt;em&gt;blue screen &lt;/em&gt;terjadi.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-3789114944311509235?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/3789114944311509235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/05/komputer-blue-screen-kenapa-yah.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/3789114944311509235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/3789114944311509235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/05/komputer-blue-screen-kenapa-yah.html' title='Komputer blue screen kenapa yah?'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-8607211826542586545</id><published>2010-03-16T06:56:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T01:50:34.827-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>HARA AIR LAUT UNTUK PUPUK</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Tahu Kah Hara Air Laut bisa dijadikan Pupuk??&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Air laut merupakan campuran dari 96,5% air murni dan 3,5% material lainnya seperti garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96,5% air murni. Keberadaan garam-garaman mempengaruhi sifat fisis air laut (densitas, kompresibilitas, titik beku, temperatur dimana densitas menjadi maksimum) beberapa tingkat tetapi tidak menentukannya. Beberapa sifat (viskositas, daya serap cahaya) tidak terpengaruh secara signifikan oleh salinitas. Dua sifat yang sangat ditentukan oleh jumlah garam di laut adalah daya hantar listrik (konduktivitas) dan tekanan osmosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Garam-garaman utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari 1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida. Tiga sumber utama dari garam-garaman di laut adalah pelapukan batuan di darat, gas-gas vulkanik dan sirkulasi lubang-lubang hidrotermal (hydrothermal vents) di laut dalam. salinitas merupakan jumlah dari seluruh garam-garaman dalam gram pada setiap kilogram air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur hara (garam-garaman) yang terkandung dalam air laut berpengaruh terhadap pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu  tanaman, yang ditentukan oleh dua faktor  utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah. Semua tanaman hijau memerlukan seperangkat dasar hara mineral yang sama dan berbagai unsur digunakan oleh tanaman yang berbeda untuk menghasilkan tujuan akhir yang sama. Tanaman tingkat tinggi membutuhkan 16 jenis hara esensial yang terdiri atas kelompok hara makro dan mikro, meskipun pengelompokan tersebut masih diperdebatkan karena hara mikro tertentu dapat menjadi hara makro untuk tanaman lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi, ternyata baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna. Ke 16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makro dan 7 unsur mikro. 9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai unsur-unsur esensial. Unsur-unsur esensial ini berkaitan dengan pembuatan pupuk, diantaranya sebagai bahan dasar dan  harus melalui pengolahan lebih lanjut.&lt;br /&gt;Pada umumnya pupuk yang mengandung garam-garaman tersebut (Na, Mg, Ca, K) berpengaruh baik terhadap tanaman misalnya pada kalsium, pada proses sintesa protein dibutuhkan untuk pembelahan dan pembesaran sel-sel tanaman, di samping dapat menetralkan asam-asam organik yang dihasilkan pada proses metabolisme tanaman sehingga tanaman terhindar dari keracunan. Selain berpengaruh pada pembentukan Net pada tanaman melon, elemen ini berperan dalam menaikkan pH.Dengan demikian unsur yang terdapat dalam air laut sebagian besar dapat digunakan sebagai bahan pembuat pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S5-QSzAiNHI/AAAAAAAAAJo/CEgvTZ_BPVk/s1600-h/tbl-1.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 274px; height: 257px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S5-QSzAiNHI/AAAAAAAAAJo/CEgvTZ_BPVk/s320/tbl-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449232726746084466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Air Laut sebagai Sumber Hara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  Air laut mengandung banyak ion mengakibatkan tingginya salinitas. Distribusi hara di dalam air laut dipengaruhi oleh sirkulasi air laut, proses biologi dan mineralisasi serta regenerasi nutrisi dengan adanya migrasi hewan dan suplai dari daratan. Rata-rata konsentrasi garam-garam terlarut di air laut berkisar 3.5%, namun konsentrasi tersebut tergantung pada lokasi dan laju evaporasi. Konsentrasi ion utama terlarut bervariasi dari satu lokasi ke lokasi lain, namun secara proporsi relatifnya konstan. Air laut sudah banyak digunakan untuk mengairi tanaman yang toleran terhadap salinitas (halophytes) pada daerah-daerah dekat pantai. Mengingat tingginya kandungan kation, air laut dapat digunakan sebagai salah satu sumber hara bagi tanaman termasuk tanaman yang sensitif terhadap kadar garam yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;2. Pengaruh Unsur  Esensial terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah. Banyak unsur-unsur esensial, yang ada di dalam tanah, yang mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman, diantaranya unsur natrium (Na), magnesium (Mg), kalsium (Ca), dan kalium (K).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Cara Pemanfaatan Garam Air Laut Sebagai Alternatif Solusi Kelangkaan Pupuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya pemanfaatan air laut sebagai pengganti pupuk merupakan penggantian pemakaian kalium menjadi natrium. Kalium merupakan unsur yang sangat penting bagi tumbuhan namun keberadaannya di alam sangat terbatas, oleh sebab itu, petani menggunakan pupuk seperti pupuk NPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kendala pemaanfaatan air laut sebagai pupuk yaitu salinitas dari air laut yang sangat tinggi. Hal ini dapat diantisipasi dengan cara mengencerkan air laut. Saat lahan  dibasahi dengan air laut, petani hendaknya mengairi lahannya menggunakan air tanah atau air sungai yang tidak mengandung garam. Air yang berasal dari sungai yang tawar dapat melarutkan air asin. Untuk itu daerah persawahan, hendaknya membuat parit-parit kelililing dan mengisinya dengan air hujan atau air sungai yang dapat menlarutkan air laut yang masuk. Hal lain yang perlu diperhatikan yaitu frekuensi irigasi. Pada daerah-daerah dengan intensitas curah hujan yang tinggi, pencucian terhadap konsentrasi garam yang tinggi dapat dilaksanakan mengandalkan jumlah curah hujan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kimia yang dapat kita lakukan untuk mengurangi tingkat salinitas air laut yaitu dengan penambahan suatu basa misalnya kapur, baik berupa kalsit, dolomit atau gypsum. Penggunaan kapur dapat mengefisienkan dana produksi karena harganya cukup murah. Penambahan kapur dapat memperbaiki perkembangan bibit tanaman, memperbaiki kualitas air yang masuk dan disimpan, meningkatkan pencucian garam-garam terlarut, mengurangi biaya pengolahan tanah. Bahan lainnya yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat salinitas adalah pupuk organik, baik berupa pupuk kandang, pupuk hijau, maupun kompos dari bahan sisa-sisa tanaman dan gulma. Tujuan pemberian bahan-bahan ini adalah untuk menyeimbangkan hara terutama terhadap kensentrasi antara Na, Ca dan Mg.&lt;br /&gt;Telah diadakan penelitian terhadap tanaman nanas. Tanaman nanas yang tergolong CAM terbukti dapat memanfaatkan Na dari air laut terutama untuk menggantikan sebagian fungsi K tanpa menimbulkan pengaruh buruk pada tanah dan tanaman, serta hara lainnya setelah air laut diencerkan. Peningkatan konsentrasi Na, EC dan SAR di tanah akibat aplikasi air laut masih dibawah batas yang membahayakan bagi tanaman. Peningkatan serapan Na pada tanaman akibat aplikasi air laut ternyata juga meningkatkan serapan K, Ca dan Mg baik pada daun tua, daun D, akar dan batang nanas. Produksi biomasa dan buah nanas yang tinggi diperoleh pada saat 30% kebutuhan K digantikan oleh Na ditambah dengan unsur hara lainnya yang terkandung pada air laut. Hasil ini sama dengan yang didapat dengan menggunakan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi yaitu 300 kg K/ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Kelebihan dan Kekurangan Pupuk serta Pemanfaatan Garam-Garaman Air Laut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pupuk buatan merupakan pupuk yang dibuat di dalam pabrik. Bahannya dari bahan anorganik dan dibentuk dengan proses kimia sehingga pupuk ini lebih dikenal dengan pupuk anorganik. Pupuk anorganik umumnya diberi kandungan zat hara tinggi. Pupuk ini tidak diperoleh di alam, tetapi merupakan hasil ramuan di pabrik. Oleh karena pupuk anorganik di buat manusia maka kandungan haranya dapat beragam, dan sesuai kebutuhan tanaman. Dibandingkan dengan pupuk organik, pupuk anorganik mempunyai keunggulan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kandungan zat hara pupuk anorganik di buat secara tepat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemberiannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pupuk anorganik mudah di jumpai karena tersedia dalam jumlah banyak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Praktis dalam transportasi dan menghemat ongkos angkut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa pupuk anorganik dapat langsung diaplikasikan sehingga menghemat waktu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Di samping ada keuntungannya, pupuk ini juga memiliki kelemahan, yaitu tidak semua pupuk anorganik mengandung unsur yang lengkap (makro dan mikro). Bahkan, ada yang hanya mengandung satu unsur saja, Oleh karenanya pemberian harus disertai dengan pupuk mikro dan pupuk kandang/kompos. Selain itu, pemakaian pupuk anorganik harus sesuai yang dianjurkan, karena bila berlebihan menyebabkan tanaman mati. Pemberian pupuk organik secara terus-menerus umumnya berakibat buruk pada kondisi tanah. Tanah menjadi cepat mengeras, kurang mampu menyimpan air, dan cepat menjadi asam.&lt;br /&gt;Pemakaian pupuk anorganik selama ini telah diakui banyak menimbulkan kerusakan, terutama rusaknya struktur tanah, kejenuhan tanah pada unsur hara tertentu seperti urea dan sebagainya. Kejenuhan itu terjadi justru lantaran 30 tahun lebih para petani menggunakan pupuk anorganik jenis tertentu seperti urea. Kecenderungan itu terjadi karena petani ingin melihat pengaruh secara nyata dari pemupukan yang mereka lakukan. Pupuk urea mampu memenuhi hal itu karena kandungan nitrogennya sangat tinggi.&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini banyak dikeluhkan petani bahwa pemberian pupuk jenis tertentu tak lagi berpengaruh pada produksi karena mikroorganisme tanah sudah menurun jumlahnya di dalam tanah. Kondisi ini terjadi karena eksploitasi terus-menerus dengan pemakaian pupuk anorganik yang menyebabkan terjadinya kerusakan tanah. Banyak contoh, tanah yang diberikan pupuk anorganik tertentu akan menjadi pecah-pecah saat kering atau berliat pada saat basah. Suatu kondisi yang tak baik bagi pertumbuhan akar tanaman.&lt;br /&gt;Penggunaan air laut sebagai alternatif solusi akan kelangkaan pupuk akan sangat membantu petani dalam mengurangi pemakaian pupuk buatan sehingga kegagalan panen akibat kekurangan pupuk dapat teratasi. Penggunaan hara air laur sangat efektif mengingat di indonesia saat ini mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi bagi para petani kecil. Untuk memenuhi kebutuhan pupuknya para petani terpaksa membeli pupuk yang lebih mahal (tidak bersubsidi). Hal ini meningkatkan biaya produksi petani sehingga dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi mereka.&lt;br /&gt;Adapun kelebihan penggunaan air laut sebagai peminimalisir penggunaan pupuk:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Air laut banyak mengandung unsur hara yang di butuhkan oleh tanaman, terutama hara yang berupa ion-ion yang memerlukan biaya tinggi pada prosess pembuatannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dapat mengurangi penggunaan pupuk buatan sehingga biaya produksi petani bisa berkurang. Mengingat air laut tersedia dalam jumlah yang melimpah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sangat berpotensi untuk pertanian di daerah dekat pantai, untuk memperluas areal pertanian dalam rangka meningkatkan produksi bahan pangan Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menggunakan kapur untuk menurunkan tingkat salinitas air laut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Pertanian berbasis air laut telah banyak dikembangkan terutama pada tanaman yang tergolong halophytic yang ditanam dekat pantai dimana kekurangan air bersih. Berbagai hasil penelitian memberikan peluang yang besar dalam budidaya tanaman halophytic khususnya yang menghasilkan dedaunan untuk pakan dan biji menggunakan air laut.&lt;br /&gt;Selain potensi di atas penggunaan air laut sebagai pupuk juga mengandung beberapa kendala, diantaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memerlukan identifikasi jenis-jenis tanaman baik tahunan maupun musiman yang toleran terhadap salinitas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memerlukan identifikasi jenis-jenis tanaman baik tahunan maupun musiman yang yang memerlukan Na baik sebagai nutrien maupun sebagai pengganti K.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memerlukan identifikasi jumlah hara yang dibutuhkan suatu tanaman dan jumlah yang dapat disuplai dari air laut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hanya sangat berpotensi pada pertanian di daerah pantai&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Air laut mengandung unsure hara yang dapat dibutuhkan. Garam-garaman utama yang terdapat dalam air laut adalah klorida (55%), natrium (31%), sulfat (8%), magnesium (4%), kalsium (1%), potasium (1%) dan sisanya (kurang dari 1%) teridiri dari bikarbonat, bromida, asam borak, strontium dan florida. Tiga sumber utama dari garam-garaman di laut adalah pelapukan batuan di darat, gas-gas vulkanik dan sirkulasi lubang-lubang hidrotermal (hydrothermal vents) di laut dalam. salinitas merupakan jumlah dari seluruh garam-garaman dalam gram pada setiap kilogram air laut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banyak unsur-unsur esensial, yang ada di dalam tanah, yang mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman, diantaranya unsur natrium (Na), magnesium (Mg), kalsium (Ca), dan kalium (K). Masing-masing unsur esensial tersebut mempunyai peranan dan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada dasarnya pemanfaatan air laut sebagai pengganti pupuk merupakan penggantian pemakaian kalium menjadi natrium. Kalium merupakan unsur yang sangat penting bagi tumbuhan namun keberadaannya di alam sangat terbatas, oleh sebab itu, petani menggunakan pupuk seperti pupuk NPK.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penggunaan air laut sebagai peminimalisir penggunaan pupuk mempunyai beberapa &lt;/li&gt;&lt;li&gt;kelebihan dan kekurangan (kendala). Penggunaan hara air laur sangat efektif mengingat di indonesia saat ini mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi bagi para petani kecil.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);font-size:78%;" &gt;di kutip dari : &lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link style="color: rgb(153, 153, 0);" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Carian%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link style="color: rgb(153, 153, 0);" rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Carian%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link style="color: rgb(153, 153, 0);" rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Carian%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;color:green;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 0);font-size:78%;" &gt;M. Noor Rachmad dkk..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-8607211826542586545?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/8607211826542586545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/03/hara-air-laut-untuk-pupuk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8607211826542586545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8607211826542586545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/03/hara-air-laut-untuk-pupuk.html' title='HARA AIR LAUT UNTUK PUPUK'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S5-QSzAiNHI/AAAAAAAAAJo/CEgvTZ_BPVk/s72-c/tbl-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-5303293421299723807</id><published>2010-03-01T08:12:00.000-08:00</published><updated>2010-03-01T08:17:39.387-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Information Tecnologi'/><title type='text'>Sejarah Microsoft</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Tahukah siapa Bill Gate pencipta Microsoft?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;               Ada seorang jenius dan sukses. Namanya David William McCall. Dia pendiri McCall International, perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi, hardware dan software, rancang bangun komputer serta bidang usaha sejenisnya. Perusahaannya biasa disingkat MCI, Pernah dengar atau tahu? Dibidang software saingannya hanya Linux dan dibidang rancang bangun(build up) komputer saingannya hanya IBM. Saat itu belum ada Personal Computer, Compaq dan Hawlett Packard. Penghasilan mereka 700 juta US dollar pertahun, hampir sama dengan Onassis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;               Bayangkan seberapa kaya dia, dalam usia muda, 30 tahunan sudah sekaya dan sesukses itu. Tapi William adalah penganut paham antikemapanan. Dia benci pemerintahan yang korup dan kotor, tidak suka hidup mewah, ingin menghilangkan kemiskinan dan hanya ingin hidup sederhana. Hampir mirip dengan kaum sufi. William pernah pergi dari kemapanan. Pada usia 21 tahun, setelah menyelesaikan kuliahnya jurusan kedokteran di Harvard University, William menghilang dikarenakan hanya bapaknya, Nathan McCall, seorang yang cukup berpengaruh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Akhirnya William ditemukan 3 tahun kemudian dipedalaman Afrika. Dia mengabdikan ilmu kedokterannya pada kaum primitif dan di sana tidak mengenal uang dan peradaban sama sekali. Hebat juga Tuan muda William ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;               Dia kembali kekemapanan yang sebenarnya dia benci. Sekembalinya, William kuliah lagi di MIT. Pada usia 28 tahun dia lulus dan mendirikan perusahaan McCall Int. Baru usia 32 tahun dia jatuh CINTA dan menikahi seorang wanita yang sebenarnya hanya mencintai hartanya. William tidak mengerti CINTA. Dia mudah dikibuli dan dikelabuhi istrinya yang sebenarnya mencintai pemuda pegawai William. Anda tahu siapa nama pemuda tersebut? BILL GATE. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;               Usia perkawinannya sangat singkat hanya sekitar 1 tahun. Saat dia pulang dari luar negeri dan menuju rumah mewahnya dibukit, William menemukan istrinya sedang bercumbu dengan pemuda itu. Dengan kecewa William pergi lagi sendirian tanpa sepengetahuan istrinya yang sedang asyik bermain cinta tersebut. Dia membuang mobil mewah yang biasa dipakai itu kejurang dan melanjutkan dengan jalan kaki dengan langkah gontai dan tak tahu kemana arah tujuannya serta dengan hati yang terasa disayat sembilu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;               Karena mobilnya ditemukan didasar jurang, William dinyatakan meninggal dalam kecelakaan. Karena tidak meninggalkan surat wasiat apapun, istrinya bisa menguasai semua harta dan perusahaannya. MCI kacau balau, perusahaan itu terpecah. Bill Gate bersama pendukungnya mendirikan perusahaan sejenis dengan nama Microsoft dan mengeluarkan basic application program yang anda kenal dengan merk Windows. Bersama musuh besar MCI, IBM.. Microsoft mengeluarkan personal Computer yang sekarang ada didepan Anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;               Tak lama kemudian mengeluarkan beberapa software. Tapi hanya menguasai pasar di Asia. Sementara sisanya dikuasai oleh perusahaan yang didirikan orang-orang MCI, yang percaya bahwa William masih hidup dan mereka mengabdi padanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;               Anda tahu cerita rakyat Amerika; Tragedi buah Apel ? maka Apple dijadikan nama dan lambang perusahaan itu. Sekarang, dengan BAP; Macintosh, Aplle mulai bergerak dan menyaingi Microsoft di pasar Asia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;               Anda lihat sekarang banyak perusahaan besar di Indonesia menggunakan Apple Macintosh, bukannya Microsoft Windows. Sementara pegawai MCI yang netral memisahkan diri dan membuat perusahaan software. Terpecah menjadi tiga yaitu Adobe, Aldust dan Corel. Karena netral mereka membuat sofware dalam dua versi, versi Windows dan versi Macintosh. Tapi akhirnya Aldust bangkrut dan merger dengan Adobe.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;               Bill Gate memang merebut segalanya dari William, istri, harta dan perusahaannya. Tapi secara hukum, Bill Gate tak bisa disalahkan. Bill Gate juga mencuri rumusan Microchip Processor ciptaan William yang ditemukan dibekas ruang kerja William. Akhirnya Bill Gate-lah yang memegang hak cipta Processor, terutama di Intel dengan Pentium-nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hanya tinggal divisi telekomunikasi yang masih ada di MCI yang dipimpin oleh adik William. Produk alat komunikasi andalannya ada diseluruh pelosok dunia. Anda pasti tahu! MOTOROLA. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tujuh tahun kemudian, David William McCall dinyatakan masih hidup. William ditemukan sebagai gelandangan (tunawisma) di kota San Fransisco. William kembali pada kemewahan, namun sekarang diawasi tim dokter karena kesehatan fisik dan jiwanya terganggu. Entah alasan apa, mungkin karena jenuh dengan segala kemewahan atau karena tahu istrinya tidak mencintai dia. William bunuh diri pada usia 47 tahun. Sangat tragis...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;               Ada seorang penulis yang tertarik pada kisah hidup William. Penulis pintar dan serba bisa ini mewawancarai orang-orang yang pernah mengenal atau berada dalam lingkungan William, serta mengumpulkan data-data yang bisa mendukung tulisannya. Akhirnya keluarlah buku biografi William. Sayang buku tersebut dilarang terbit setelah 1 tahun beredar dipasaran. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setahun kemudian penulis itu mati ditembak. Anda tahu beritanya?, seorang penulis dan juga astronom yang ditembak tepat dikepalanya hanya beberapa meter dari rumahnya. Penembakan itu tidak terungkap dan terorislah yang dituduh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;               Orang-orang Eropa dan Amerika yang pernah membaca biografi William, dan sebagian kecil orang Asia yang tahu cerita ini, pasti akan membenci Bill Gate. Walaupun Bill Gate tidak sebegitu bersalah. Makanya kenapa produk-produk Microsoft tidak pernah sukses dipasar Eropa dan dipasar Amerika. Makanya juga banyak PERETAS (HACKERS) berusaha mengacau dan menjebol Microsoft, terus mengungkap kekurangan dan kelemahan produk Microsoft. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pernah juga cerita ini difilmkan. Tapi cerita sedikit diubah. Menyembunyikan beberapa fakta dan hal yang mungkin membahayakan film itu sendiri. Atau mungkin pembuat film takut dibunuh seperti yang terjadi pada penulis itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 153, 102);font-size:85%;" &gt;dari beberapa sumber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-5303293421299723807?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/5303293421299723807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/03/sejarah-microsoft.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5303293421299723807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5303293421299723807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/03/sejarah-microsoft.html' title='Sejarah Microsoft'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-1235050669930867844</id><published>2010-02-11T07:48:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T08:06:12.345-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Unsur hara tanah dan tanaman</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;MINERAL BAGI TANAMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: arial;"&gt;1. UNSUR-UNSUR MAKRO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;1.1 Terdapatnya dan fungsi dari unsur-unsur makro yang sangat dibutuhkan. Antagonisme. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;a. Nitrogen (N)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Zat lemas diserap oleh akar tanaman dalam bentuk NO3- dan NH4+ , protoplasma yang hidup terdiri dari kira-kira 25% bahan kering dengan komposisi 50-50% zat-zat putih telur dan 5-10% lipoiden dan persenyawaan lainnya yang mengandung N. kadar zat lemas dari protoplasma kira-kira antara 2-2,5%.&lt;br /&gt;     Dengan adanya pemungutan hasil tanaman secara besar-besaran maka banyak sekali zat lemas yang hilang.&lt;br /&gt;     Pada perusahan tebu sering kali didapat penghasilan sebanyak 1000-1500 qt tebu. Bila kadar airnya dihitung 70% maka bahan keringnya berjumlah 300-450 qt/ha pada tiap panennya. Untuk padi hasilnya lebih rendah yakni 22 qt/ha gabah atau 20 qt/ha bahan kering dari gabah dan 45 qt/ha bahan kering dari jeraminya jadi sejumlah 64 qt/ha. Oleh karena itu pemupukan N pada tanaman tebu harus lebih besar dari pada tanaman padi.&lt;br /&gt;     Biarpun ada hubungan yang erat antara pemberian N dengan sejumlah bahan kering yang dihasilkan, tidak berarti bahwa pemberian zat N itu harus sebanyak-banyaknya, sebab pemberian zat N yang berlebih akan dapat membahayakan. Memang benar pemberian N akan menghasilkan banyak bahan hijau berupa daun dan batang, akan tetapi  pada tanaman padi yang banyak dipupuk dengan pupuk N akan banyak menghasikan daun dan batang, tetapi karena tumbuhnya sangat subur, maka batangnya lembek sehingga mudah rebah dan kurang sekai menghasikan buah; selain itu pemupukan N yang banyak  dapat memperlambat masaknya biji.&lt;br /&gt;     Pemberian N yang banyak mempengaruhi juga perkembangan susunan akar, tetapi tidak sebagai Phosphorus dimana akar menjadi lebih panjang dan lebih dalam masuk kedalam tanah. Oleh karena dalamnya masuknya susunan akar kedalam tanah yang tidak sepadan dengan kesuburannya pada bagian atas tanah, maka tanaman dalam keadaan demikian akan lebih lekas kekeringan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nitrogen (N): Pada tanaman berfungsi untuk pertumbuhan vegetatif (untuk memperbesar, mempertinggi, menghijaukan daun), N juga berfungsi untuk menyusun klorofil dan daun.&lt;br /&gt;Unsur N bisa diperoleh dari Urea (N 45%), Amuniumsulfat/ZA (N: 21% + S:24%), Amoniumnitrat (N 35% dalam bentuk nitrat). Dari ke-3 macam sumber N diatas, yang paling bagus dalam bentuk nitrat (terutama untuk tanaman hortikultura dan buah), tetapi untuk tanaman padi N nitrat kurang bagus untuk tanaman padi dibanding ZA. Tanaman bila kekurangan N daunya akan pucat kekuningan bahkan menguning, tanaman akan tumbuh kerempeng dan tersendat. Namun walau demikian bila terlalu banyak N tanaman akan lemah, lemas dan empuk sehingga mudah rebah, dan sangat disukai hama dan penyakit, terlalu banyak N juga menyebabkan tanaman lambat berbuah dan lambat masak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;b.   Phosphor (P)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fosfor diambil oleh akar dalam bentuk H2PO4- dan HPO4 sebagian besar fosfor didalam tanaman adalah sebagai zat pembangun dan terikat dalam senyawa-senyawa organik dan hanya sebagian kecil terdapat dalam bentuk anorganik sebagai ion-ion phosphat.&lt;br /&gt;     Beberapa bagian tanaman sangat banyak mengandung zat ini, yaitu bagian-bagain yang bersangkutan dengan pembiakan generatif, seperti daun-daun bunga, tangkai sari, kepala sari, butir tepung sari, daun buah dan bakal biji. Jadi untuk pembentukan bunga dan buah sangat banyak diperlukan unsur fosfor. Selain itu fosfor berperan juga pada sintesa hijau daun. Fosfor mendorong pertumbuhan akar-akar muda yang berguna bagi resistensi terhadap kekeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Phospor (P):&lt;br /&gt;Berfungsi untuk pertumbuhan akar, pembungaan, pemasakan buah/biji/gabah. Unsur P juga berfungsi untuk penyusunan inti sel, lemak dan protein.&lt;br /&gt;Sumber unsur P yang banyak beredar di pasaran yaitu SP36 dengan kandungan P 36%, Dubbelsuperfosfat/DS (P 36-38 %).&lt;br /&gt;Tanda tanaman kekurangan P yaitu daun menjadi nampak tua warnanya menjadi merah kecoklatan. Tepi daun, cabang dan batang terdapat warna kecoklatan yang lama-lama menjadi kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;c.   Kalium (K)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalium diserap dalam bentuk K+. kalium banyak terkandung pada abu. Abu daun teh yang muda mengandung sampai 50% K2O, pucuk tebu yang muda mengadung 60-70% K2O dan pada tanaman jagung adalah sbb:&lt;br /&gt;Didalam batang dan daun : 52% dan 61%&lt;br /&gt;Didalam tongkol : 21%-45%&lt;br /&gt;Didalam akar : 3%-20%&lt;br /&gt;     Kalium terdapat didalam sel-sel yaitu sebagai ion-ion didalam cairan sel dan sebagai persenyawaan adsorptif didalam zat putih telur dari sitoplasma. Inti sel tidak mengandung kalium. Sebagai ion didalam cairan sel, Kalium berperan dalam melaksanakan “turgor” yang disebabkan oleh tekanan osmotis.&lt;br /&gt;     Ion Kalium mempunyai fungsi psikologis pada asimilasi zat arang. Bila tanaman sama sekali tidak diberi Kalium, maka asimilasi akan terhenti. Oleh sebab itu pada tanaman yang banyak menghasilkan hasil asimilasi seperti kentang, ubi kayu, tebu, nanas, akan banyak memerlukan Kalium (K2O) didalam tanah.&lt;br /&gt;     Kalium berfungsi pula pada pembelahan sel dan pada sintesa putih telur. Pada saat terjadi pembentukan bunga atau buah maka Kalium akan cepat ditarik oleh sebab itu Kalium mudah bergerak (mobil).&lt;br /&gt;     Fungsi lain dari Kalium adalah pada pembentukan jaringan penguat. Perkembangan jaringan penguat pada tangkai daun dan buah yang kurang baik sering menyebabkan lekas jatuhnya daun dan buah itu. Daun-daun pada teh dan tangkai buah kelapa bila kekurangan Kalium akan terkulai dan buahnya lekas jatuh.&lt;br /&gt;     Tanaman yang kekurangan Kalium akan cepat mengayu atau menggabus, hal ini disebabkan kadar lengasnya yang lebih rendah. Menurut penyelidikan mikro, Kalium berpengaruh baik pada pembentukan serat-serat seperti pada rosela, kapas dan rami.; dinding-dinding sel lebih baik keadaannya dan lebih baik kandungan airnya, sel-sel ini tumbuh lebih baik, lebih kuat dan lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalium (K): Berfungsi untuk mempengaruhi kwalitas (rasa, warna dan bobot) buah serta bunga, menambah daya tahan tanaman terhadap kekeringan, hama/penyakit,mempercepat pertumbuhan jaringan meristem, menbantu pembentukan protein dan karbohidrat.Perlu diingat bahwa kalium (K) merupakan bagian dari jerami dan kayu.Sumber unsur K yaitu KCl (K 60%), kaliumsulfat atau sering disebut ZK (zwavelzure kali, K 49-52%) dan KNO3.Sekedar informasi bahwa dalam penggunaan pupuk KCI kita harus lebih hati-hati, ini dikarenakan KCl mengandung klor (Cl) yang cukup tinggi, sehingga dapat berpengaruh negatif terhadap tanaman yang peka terhadap clor. Tanda-tanda Kekurangan Kalium daun mengerut atau mengeritingterutama pada daun tua, daun akan berwarna ungu lalu mengering lalu mati. (Setelah istirahat yaaa nulis lagi…..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;d.   Calsium (Ca)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Unsur ini diserap dalam Ca++, Kalsium  terdapat sebagai kalsium pectinaat pada lamela-lamela tengah dari dinding-dinding sel, endapan-endapan dari kalsium oksalat dan kalsium karbonat dan sebagai ion didalam air-sel. Kebanyakan dari zat kapur ini (CaO) terdapat didalam daun dan batang. Pada biji-biji relatif kurang mengandung kapur, demikian juga pada akar-akaran. Pada akar-akaran banyak terdapat pada ujung-ujungnya dan bulu-bulu akar.&lt;br /&gt;Fungsi ion Kalsium yang penting adalah mengatur permeabilitas dari dinding sel. Telah diketahui bahwa ion-ion Kalium itu mempertinggi permeabilitas dinding sel  dan ion-ion Kalsium adalah sebaliknya. Hal ini penting bagi organisme, sebab bertambahnya permeabilitas yang disebabkan ion-ion Kalium dapat lebih dicegah.&lt;br /&gt;           Peranan yang penting dari kapur terdapat pada pertumbuhan ujung-ujung akar dan pembentukan bulu-bulu akar. Bila kapur ditiadakan maka pertumbuhan keduanya akan terhenti dan bagian-bagian yang telah terbentuk akan mati dan berwarna coklat kemerah-merahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalsium (Ca) Fungsi Kalsium adalah untuk menyusun klorofil, kalsium juga dibutuhkan enzim untuk metabolis karbohidrat, serta mempergiat sel meristem. Tanda kekurangan Kalsium adalahterjadinya dis integrasi padaujung-ujung tanaman (ujung batang, akar, dan buah)  sehingga ujungnya menjadi mengering atau mati, tunas daun yang masih muda akan tumbuh abnormal. Sumber kalsium adalah, dolomit kliserit, atau CNO (disemprotkan melalui daun, tetapi kalu bisa jangan dicampur pestisida kecuali yang bersifat basa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;e.   Magnesium (Mg)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Magnesium diserap dalam bentuk Mg++ dan merupakan bagian dari hijau daun yang tidak dapat digantikan oleh unsur lain, kecuali didalam hijau daun Mg terdapat pula sebagai ion didalam air-sel.&lt;br /&gt;           Walaupun za mineral ini  diserap tanaman dalam jumlah yang sedikit jika dibandingkandengan zat mineral makro lain (diantaranya N,P dan Ca), Mg dalam bentuk Mg2+ mempunyai peranan penting dalam penyusunan klorofil. Menurut G. H.  Collings (1955) kadar magnesium dari klorofil tanaman adalah 2,7 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magnesium (Mg) Berfungsi untuk transportasi fosfat, mengaktifkan enzim tansposporilase, menciptakan warna hijau pada daun, membentuk karbohidrat, lemak/minyak.tanda-tanda kekurangan magnesium yaitu menguningnya daun yang dimulai dariujung da bagian bawah daun. Sumber Magnesium yaitudolomit dan kliserit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;f.    Belerang (S)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Belerang diserap dalam bentuk SO4= , unsur ini terdapat pada zat putih telur. Selanjutnya belerang terdapat pada glukosida dan sebagai ion sulfat didalam air-sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulfur (S) Sulfur sering disebut belerang. Fungsi dari belerag adalah untuk asam amino, tiamin, dan biotin. Tiamin dan bioti sangat penting sebagai vitamin, belerang juga berfungsi untuk pembentukan bintil akar pada kacang-kacangan dimana bintil akar tersebut sangat penting untuk menambat nitrogen ( bekerja sama dengan bakteri rhizobium). Bawang merah dan bawag putih memerlukan belerang dalam jumlah besar.  kekurangan belerang gejalanya sangat mirip dengan kekurangan nitrogen sehingga sangat sulit membedakannya, yang membedakanya kuning pada kekurangan belerang sedikit mengkilap. Belerang bisa diperoleh dari pupuk ZA ( S 24 %).Untuk catatan belerang mempunyai reaksi asam yang bisa membuat pH tanah menurun, sehingga tanah menjadi asam.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;1.2  Unsur-unsur makro yang dikehendaki&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;a.      Natrium (Na)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Natrium terdapat pada semua abu tanaman, terlebih pada tanaman yang timbuh pada tanah yang banyak mengandung garam dapur seperti pada tanah asin atau payau, air laut dsb. Oleh karena itu biasanya pada tanaman demikian (halophyta) terdapat pula ion-ion klor.&lt;br /&gt;           Natrium yang terbentuk sebagai ion mempunyai arti biologis karena turut serta memelihara keadaan turgor. Unsur ini dapat pula menggantikan Kalium dalam hal tersebut dan memang sering terjadi, bahwa kadar Natriumnya naik bila keadaan unsur Kalium sangat kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;b.      Klor (Cl)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Klor terdapat sebagai ion didalam air-sel disemua bagian tanaman. Kadarnya sangat berbeda-beda, tergantung pada kandungan klorida dari lingkungannya. Terutama tanaman-tanaman halophyta banyak mengandung klor.&lt;br /&gt;           Meskipun ion-ion klor tidak melakukan fungsi psikologis pada proses-proses pertukaran zat, akan tetapi ia mempunyai pengaruh dalam hal itu, dan pengaruhnya tidak selalu menguntungkan bahkan kadang merugikan.&lt;br /&gt;           Pengaruh ion klor yang baik terhadap pertukaran zat sudah tentu hanya selama konsentrasinya itu terletak dibawah atau pada kondisi optimum, yang dapat mendorong pembentukan klorofil, dan pengaruhnya pada kandungan didalam tanaman. Klor dapat mengurangi transpiratie direm sehingga daun-daun akan menjadi lebih berair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;c.       Silicium (Si)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penting bagi beberapa tanamanyang sel-selnya dibuat dengan asam kersik sebagai pencegahan terhadap gangguan-gangguan yang memakan daun dan masuknya bibit penyakit kedalamnya, (batang dan daun-daun rumput, macam-macam kayu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;d.      Alumunium (Al)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Unsur ini selalu terdapat didalam abu tanaman walaupun hanya sedikit. Apakah Al sangat dibutuhkan atau tidak belum ada persetujuan dari para ahli. Yang penting dalam hal ini adalah bahwa beberapa tanaman budidaya menunjukan kepekaan terhadap unsur ini walaupun sedikit sekali. Penyelidikan pada tebu bahwa penggunaan 17-170 mg/1 Al2O3 bisa membahayakan, pada tembakau 90-180 mg/1 Al2O3 telah berbahaya.&lt;br /&gt;           Tanaman padi sangat peka terhadap Al2O3 kira-kira 14 mg/1 Al2O¬3 merupakan racun pada padi. pada keadaan tanah yang ekstrem (PH tinggi), tanaman yang ditanam pada tanah demikian akan mati.&lt;br /&gt;           Tanaman teh kurang peka terhadap unsur ini.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.      UNSUR-UNSUR MIKRO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Unsur-unsur mikro yang sangat dibutuhkan adalah Besi, Mangan, Borium, Koper, Zink, dan Molibdin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;a.      Besi (Fe)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Besi diserap dalam bentuk Fe++ dan mempunyai fungsi yang tidak dapat digantikan pada pembentukan hijau daun. Besi juga merupakan salah satu unsur yang diperlukan pada pembentukan enzym-enzym pernapasan yang  mengoksidasikan hidrat arang menjadi gas asam arang dan air.&lt;br /&gt;           Besi didalam tanaman kurang bergerak, oleh karena itu bila kekurangan besi maka akan segera tampak gejala-gejala pada bagian tanaman yang masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ferrit/besi (Fe): besi (Fe) berfungsi untuk pembentukan klorofil. Tanda kekurangan Fe yaitu daun menguning dan ahirnya mati dari pucuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;b.   Mangan (Mn)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mn diserap oleh tanaman dalam bentuk Mn++, dengan tidak adanya unsur Mn maka tanaman tidak bisa hidup, bila kekurangan Mn tanaman akan menjadi klorotis, hijau daun tidak terbentuk.&lt;br /&gt;           Mn berpengaruh pula terhadap proses dessimilasi yaitu pernafasan. Enzym-enzym yang mengatur proses ini mengandung Mn.&lt;br /&gt;           Konsentrasi yang dapat membahayakan terletak pada 10 sampai beberapa puluh miligram perliternya. Bila terlalu banyak Mn terjadi klorose seperti kekurangan Fe, juga susunan akar akan mati dan berwarna merah coklat. Kelebihan Mn dapat diberikan sedikit garam-garam besi yang larut, maka klorose hilang karena kedua unsur tersebut merupakan antagonis satu sama lainnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangan (Mn): Untuk penyusunan klorofil, perkecambahan, dan pemasakan buah. Ciri kekurangan Mn biji yang terbentuk akan sangat jelek, daun menguning dan beberapa jaringan akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;c.   Borium &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;(B)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Borium diserap oleh tanaman dalam bentuk BO8=. Kekurangan unsur ini  dapat menyebabkan kuncup-kuncup dan pucuk daun jadi mati. Pertumbuhan didalam meristema akan terganggu, yang menyebabkan terjadinya kelainan-kelainan dalam pembentukan bekas pembuluh, Sehingga pengangkutan makanan akan terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boron (B): Unsur ini berfungsi menangkut karbohidrat kedalam tubuh tanaman dan menghisap unsur kalsium. Selain itu boron berfungsi dalam perkembangan bagian-bagian tanaman untuk tumbuh aktif. Pada tanaman penghasil  biji unsur ini berpengaruh terhadap pembagian sel. Dan yang paling nyata ialah perannya terhadap munaikkan mutu tanaman sayuran dan tanaman buah.Bila kekurangan unsur boron paling nyata tampak pada tepi-tepi daun yaitu gejala klorosis, mulai dari bagian bawah daun.  daun yang baru muncul terlihat kecil dan tanaman agak kerdil cabang tumbuh sejajar. kuncup-kuncup mati dan berwarna hitam.  Kekurangan unsur ini menimbulkan penyakit fisiologis , khususnya pada atanaman sayur dan buah, pada tanaman semangka biasanya ditandai dengan pertumbuhan batang muda yang tegak berdiri, ruas pendek, daun mengecil, dan bila terkena angin batang muda tersebut mudah patah dan mengeluarkan cairan berwarna kecoklatan, pada tanaman sayur  dan buah kekurangan unsur bini agak sulit dibedakan dengan tanaman yang terkena serangan virus. Dan pada tanaman jagung kekurangan unsur ini bisa mengakibaatkan tongkol tanpa biji sama sekali ( mirip jagung yang tidak terbuahi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;d.      Tembaga (Cu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Unsur tembaga diserap oleh tanaman dalam bentuk Cu++. Cu diperlukan pada pembentukan beberapa macam enzym, oleh karena itu sangat diperlukan walaupun dalam jumlah yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembaga/Cupprum (Cu): Kehadiran tembaga pada tanama belum banyak diketahui, namun tembaga berfungsi untuk pembentukan klorofil, ciri kekurangan  tembaga daun tidak merata dan daun sering layu, malah terkadang klorosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;e.      Zink (Zn)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Zink diserap dalam bentuk Zn++. Zink dalam kadar rendah memberikan dorongan terhadap pertumbuhan. Sedangkan bila kadar berlebih walau sedikit akan menjadi racun bagi tanaman.&lt;br /&gt;Persenyawaan-persenyawaan Zn mempunyai fungsi pada pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan psikologis. Gejalagejala kekurangan Zn ialah daun antara tulang-tulang daun berwarna merah coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seng/zink (Zn): Memberi dorongan terhadap pertumbuhan tanaman karena diduga Zn dapat berfungsi untuk membebtuk hormon tumbuh. Kekuranan unsur ini ditandai dengan daun berwarna aneh-aneh misal kekuning-kuningan atau pada daun yang sudah tua berwarna kemerahan .   Kalau diperhatikan dengan seksama cabang dan batangpun ikut terkena bencana yang mengakibatkan terdapatnya lubang kecil-kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;f.        Molibdin (Mo)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diserap akar dalam bentuk ion Molibdat (MoO4). Peranannya penting dalam pengikatan Nitrogen yang bermanfaat pada tanaman Leguminose. Mo juga penting bagi tanaman jeruk dan sayur-sayuran.&lt;/blockquote&gt;* gabungan artikel yang di dapat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-1235050669930867844?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/1235050669930867844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/02/unsur-hara-tanah-dan-tanaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/1235050669930867844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/1235050669930867844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/02/unsur-hara-tanah-dan-tanaman.html' title='Unsur hara tanah dan tanaman'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-1813137122534493473</id><published>2010-01-18T04:21:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T08:19:53.259-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Information Tecnologi'/><title type='text'>Menampilkan foto dari flickr ke blogspot</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Foto kita yang diupload di Flickr bisa kita tampilkan secara random di Blogspot. Di bawah ini adalah langkah-langkah untuk menampilkan random foto di Blogspot.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pastikan anda sudah mempunyai account dan foto yang diupload di Flickr.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buka dashboard blogger dan klik Layout, lalu klik Page Element. Pilih Add A Gadget.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah muncul window baru, pilih HTML/JavaScript.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kopikan kode di bawah ini ke sidebar atau bagian lain yang anda inginkan (mungkin header atau footer)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Start of Flickr Badge --&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;style type="text/css"&gt;&lt;br /&gt;.flickr_badge { float: left; }&lt;br /&gt;.flickr_badge img {padding: 5px; margin: 0px 7px 3px 0px; border: 1px dashed #8B4500; background: #DEB887; }&lt;br /&gt;&lt;/style&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;div class="flickr_badge"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;script src="http://www.flickr.com/badge_code_v2.gne?count=3&amp;amp;display=random&amp;amp;size=s&amp;amp;layout=h&amp;amp;source=user&amp;amp;user=37297362@N06" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End of Flickr Badge --&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Settingan di atas bisa kita ubah sesuai keinginan kita, baik itu border, padding, margin, maupun background. Selanjutnya edit ID Flikr saya &lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;25134862%40N06&lt;/span&gt; menjadi ID Flickr anda. Kalau anda belum tahu silakan klik &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://idgettr.com/"&gt;http://idgettr.com&lt;/a&gt; &gt;&gt;&gt;&gt; Simpel kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat mencoba....&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-1813137122534493473?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/1813137122534493473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/01/menampilkan-foto-dari-flickr-ke.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/1813137122534493473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/1813137122534493473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/01/menampilkan-foto-dari-flickr-ke.html' title='Menampilkan foto dari flickr ke blogspot'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-8546022978457530725</id><published>2010-01-17T23:19:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T03:47:02.127-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>AIR TANAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. PENGERTIAN AIR TANAH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Air Tanah sejumlah air yang terkandung atau ditahan dalam satu unit masa/volume tanah&lt;br /&gt;Yang berbeda pengaruhnya dari satu tanah ke tanah lain&lt;br /&gt;Dalam tanah yang sama, berbeda dari satu tempat ke tempat lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. FUNGSI AIR TANAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt;BAGI TUMBUHAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYUSUN TUBUH           - RESPIRASI AKAR&lt;br /&gt;TRANSPORTASI HARA KE PERM. AKAR       - TRANSPIRASI&lt;br /&gt;DISTRIBUSI HARA DALAM TUBUH        - AKTIFITAS BIOLOGIS&lt;br /&gt;ASSIMILASI CHO (proses fotosintesis)        - DIST. HSL FOTOSINT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt;REAKSI KIMIA DALAM TANAH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAPUKAN/PELEPASAN U.HARA DARI MIN. PRIMER&lt;br /&gt;PELARUT HARA&lt;br /&gt;PENCUCI GRM BERACUN&lt;br /&gt;REDOKS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. KADAR AIR TANAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;KA Tanah: Jumlah air yang ditahan persatuan volume atau berat tanah&lt;br /&gt;Tanah Jenuh: semua pori diisi air&lt;br /&gt;Tanah Kering oven: semua pori diisi udara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RETENSI AIR TANAH&lt;br /&gt;Penahanan (retensi) air di dalam tanah disebabklan oleh gaya sbb:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;G.Kohesi: gaya tarik menarik antara mol.Air&lt;/li&gt;&lt;li&gt;G. Adesi: gaya tarik menarik atr mol. Air dan part. Tanah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;G. Osmotik: pengikatan air oleh garam terlarut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;G. Gravitasi: gaya yg cendrung menarik air ke bawah (akibat gaya tarik bumi)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S1QQbX5usFI/AAAAAAAAAI4/YPR07mwHRIg/s1600-h/air-tanah.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 374px; height: 280px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S1QQbX5usFI/AAAAAAAAAI4/YPR07mwHRIg/s320/air-tanah.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427981513346953298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S1QRi6a4R5I/AAAAAAAAAJA/256Y0onTCF4/s1600-h/KA.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 262px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S1QRi6a4R5I/AAAAAAAAAJA/256Y0onTCF4/s320/KA.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427982742383511442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Energi Bebas air Tanah 3 (E. Potensial, E. Kinetis, E. Elektris)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Energi potensial air tanah (Ψw = Ψp + Ψs + Ψm)&lt;br /&gt;p = tekanan potensial&lt;br /&gt;s = potensial larutan tanah (osmotik)&lt;br /&gt;m = potensial matrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total energi potensial air tanah (Ψt = Ψw + Ψz)&lt;br /&gt;z = potensial gravitasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total potensial air tanah didefinisikan sebagai jumlah kerja yang harus dilakukanm per unit jumlah air murni untuk memindahkan sejumlah air secara reversible dan isothermal dari suatu pool air murni pada elevasi tertentu pada tekanan atmosfir ke air tanah pada titik tertentu (Aysling, 1963)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi Air Tanah: Berhubungan dengan pergerakan air dalam tanah dan ketersediaannya bagi tanaman.&lt;br /&gt;Tingkat energi air tanah dinyatakan dengan satuan daya hisap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HISAPAN ATAU TEGANGAN AIR TANAH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan oleh pot.matrik (Ψm) dan pot.osmotik (Ψo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** yaitu tenaga yang bertanggung jawab terhadap retensi/pengikatan air oleh tanah (= tenaga yang harus dikeluarkan untuk mengekstrak/memperoleh air tanah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt; Berbanding terbalik dg energi dan kadar air tanah.&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&gt; Pot. Matrik dan Osmotik dinyatakan dengan (-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat Penetapan Potensial Air Tanah&lt;br /&gt;1.  Corong Buchner &lt;br /&gt;2. Tensiometer&lt;br /&gt;3.  Pressure Plate Apparatus&lt;br /&gt;4. Thermocouple Psychrometer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satuan Energi Air Tanah:&lt;br /&gt;1. Cm kolom air&lt;br /&gt;2. pF (log dari tinggi kolom air)&lt;br /&gt;3. Bar/atm/Pascal&lt;br /&gt;4. J/kg&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S1QUcbm2VzI/AAAAAAAAAJI/0mfeuc1_ohA/s1600-h/ka2.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 344px; height: 257px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S1QUcbm2VzI/AAAAAAAAAJI/0mfeuc1_ohA/s320/ka2.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427985929567885106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kurva Hubungan Energi – KA Tanah&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S1QVlH3r2BI/AAAAAAAAAJQ/5DsLe0g6ro0/s1600-h/ka3.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S1QVlH3r2BI/AAAAAAAAAJQ/5DsLe0g6ro0/s320/ka3.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427987178400241682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;HUBUNGAN AIR TANAH - TANAMAN&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S1QXVZvnq7I/AAAAAAAAAJY/wx94EUKN1AM/s1600-h/ka4.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 359px; height: 269px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S1QXVZvnq7I/AAAAAAAAAJY/wx94EUKN1AM/s320/ka4.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427989107343600562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;FAKTOR YG MEMPENGARUHI AIR TERSEDIA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Tanah:&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt; Daya hisap&lt;br /&gt;(matrik tanah &amp;amp; osmotik: garam alami &amp;amp; pupuk)&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt; Kedalaman tanah&lt;br /&gt;Pelapisan tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tumbuhan:&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt; Bentuk perakaran&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt; Daya tahan kekeringan&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt; Tkt stadia pertumbuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Iklim:&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt; Temp.&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt; Humidity&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt; Kec. angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Faktor yg mempeng. FC &amp;amp; WP:&lt;br /&gt;&gt;&gt;&gt; Tekstur, struktur, BO&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-8546022978457530725?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/8546022978457530725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/01/air-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8546022978457530725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8546022978457530725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/01/air-tanah.html' title='AIR TANAH'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/S1QQbX5usFI/AAAAAAAAAI4/YPR07mwHRIg/s72-c/air-tanah.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-8433277160803387608</id><published>2010-01-02T03:50:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T01:23:26.826-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Fisika Tanah</title><content type='html'>Menyangkut masalah perbandingan padatan,  cairan, dan udara tanah&lt;br /&gt;Mempengaruhi penetrasi dan perkembangan akar, pengikatan air, serta serapan air dan hara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen Fisika tanah&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tekstur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Struktur dan Konsistensi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kerapatan isi dan kerapatan jenis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Porositas&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Warna&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Temperatur&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Tekstur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tekstur : Ialah perbandingan relatif dalam persen antara pasir debu dan liat&lt;br /&gt;PASIR = MINERAL BERUKURAN &gt;50 µ - 2000 µm = mineral primer&lt;br /&gt;          Terasa kasar diantara 2 jari, tdk menyimpan air, hara tdk tersedia&lt;br /&gt;DEBU  = 2 – 50µm = mineral primer &amp;amp; sekunder&lt;br /&gt;          Terasa seperti bedak, sedikit nyimpan air, hara tersedia sdkit&lt;br /&gt;LIAT   = &lt; 2 µm&lt;br /&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 220px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sz81ZBtSNjI/AAAAAAAAAHY/jlRa1qkaYGA/s320/sgi3+tktur.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422111180448740914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sz81JsrEZFI/AAAAAAAAAHQ/1xDnpqQYiRo/s1600-h/segi-3-tekstur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 254px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sz81JsrEZFI/AAAAAAAAAHQ/1xDnpqQYiRo/s320/segi-3-tekstur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422110917104264274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Struktur tanah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adalah penyusunan atau agregasi dari butir-butir tanah primer dan sekunder spt pasir, debu dan liat membentuk agregat2 yg satu sama lain dibatasi oleh bidang belah alami yg lemah (dapat dipisah dg gaya yg lemah)&lt;br /&gt;Struktur dibungkus oleh selaput tipis yg disebut film yg terdiri atas misel jamur, humus atau senyawa kapur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sz8-nxM4InI/AAAAAAAAAHo/uzCfMR9ZByc/s1600-h/struktur.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 315px; height: 301px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sz8-nxM4InI/AAAAAAAAAHo/uzCfMR9ZByc/s320/struktur.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422121329320534642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;CLOD =    ,,            ,,     akibat ganguan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;PED    = agregat terjadi secara alamiah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;FRAGMENT= akibat pecahnya massa tnh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;KONKRESI = akibat pengikatan oleh liat, besi, kapur, dll&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MASIF = padat tidak berstruktur = liat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;LOSS  = tidak terikat sama sekali = pasir&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sz8_54VB_0I/AAAAAAAAAHw/rkIqjPajSc0/s1600-h/tipe+struktur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 444px; height: 274px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sz8_54VB_0I/AAAAAAAAAHw/rkIqjPajSc0/s320/tipe+struktur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5422122739983056706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pembentukan Struktur Tanah&lt;br /&gt;3 bahan koloid tanah sebagai perekat (cementing agent) dalam pembentukan aggregat:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mineral liat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oksida Fe &amp;amp; mn bersifat koloid&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Koloid organik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Microbial gum (Peneliti di Wisconsin)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Konsistensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;konsistensi tanah (erat hubungannya dengan kadar air tanah) yaitu manifestasi gaya-gaya fisika , kohesi dan adesi, yang bekerja  di dalam tanah pada kandungan air yang berbeda-beda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsistensi dipengaruhi:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;tekstur, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;sifat dan jumlah koloid unorganik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sifat dan jumlah koloid organik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Struktur&lt;/li&gt;&lt;li&gt;KA tanah&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Peranan Konsistensi:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Untuk klassifikasi tanah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menentukan tkt akumulasi liat dalam profil tanah (russel, 1926)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menentukan tipe dan tkt pengolahan tanah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menentukan design alat berat&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Porositas Tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;TRP (total ruang pori)&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;    % TRP = (1- BV/BJ) x 100&lt;br /&gt;    % Padat Tanah = BV/BJ x 100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tanah punya BV 1.35 dengan kandungan BO &lt; 2%, maka %TRP tanah tsb = 50%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempengaruhi ketersediaan air dan O2 bagi tanaman, permeabilitas (kemampuan tanah utk mentransfer air atau udara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRP tidak menentukan jlh air tersedia  bagi tanaman, tapi distribusi pori sangat menentukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipengaruhi oleh: BV dan BJ (lansung), tekstur, struktur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;BV : (Kerapatan Isi) Berat masa persatuan volume tanah (termasuk  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;        volume pori) kering oven&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;BV tanah lap olah&lt;br /&gt;bertekstur halus biasanya 1.0-1.3 g cm-3&lt;br /&gt;Tekstur kasar 1.3-1.8 g cm-3&lt;br /&gt;BV tanah ber-BO tinggi &lt; ber-BO rendah&lt;br /&gt;BV t.organik &lt; t.mineral , 0.2 -0.6 g cm-3&lt;br /&gt;BV Andisols kl 0.8 g cm-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila BV tanah lap olah (20 cm) 1.0 gcm-3 (=1 Mg m-3) maka berat tanah tsb dalam 1 ha = 100 m x 100 m x 0.2 m x 1 Mg m-3= 2000 Mg ha-1 = 2 x 106 kg ha-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BV = Berat tanah kering oven (105oC)&lt;br /&gt;Volume tanah (cm-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BJ (Kerapatan Partikel ): Berat masa persatuan volume partikel tanah (tanpa pori) kering oven&lt;br /&gt;BD tanah mineral umumnya 2.60-2.70 g cm-3, dengan rata-rata 2.65 g cm-3 tidak banyak bervariasi&lt;br /&gt;BD dipengaruhi tekstur dan bahan mineral tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Suhu dan Udara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Udara Tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Udara tanah mempengaruhi:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pertumbuhan dan perkembangan akar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pernafasan akar&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Serapan air dan hara&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aktifitas organisma tanah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Suhu Tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;mempengaruhi aktifitas jasad hidup tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempengaruhi rx kimia ketersediaan hara bagi tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipengaruhi oleh warna, KA, dan drainase tanah, serta radiasi matahari, musim, dan mulsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi Mulsa:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menyerap sebagian radiasi matahari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mereduksi kehilangan panas dari tanah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mereduksi evaporasi dari muka tanah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Warna Tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Warna Tanah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Petunjuk sifat tanah eg. kandungan BO, aerase dan drainase&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pembeda hor dalam klasifikasi tanah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Faktor yang mempengaruhi:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mineral tanah dan BO, eg, tanah warna hitam biasanya BO tinggi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Drainase tanah jelek, akumulais BO tinggi, warna tanah sangat gelap&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Oksida besi:&lt;/li&gt;&lt;li&gt;-hematite = warna merah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Goethite = warna kuning&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Penentuan warna tanah:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menggunakan Munsell soil color chart&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3 prinsip warna tanah: Hue, Value, dan Chroma&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hue: panjang gelombang dominan atau warna dari cahaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Value: (= kekerasan cahaya): jumlah total cahaya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chroma:kemurnian relatif dari panjang gelombang cahaya yang dominan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eg: 10 YR 6/4 = &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;blockquote&gt;10 YR = hue&lt;br /&gt;6 = value&lt;br /&gt;4 = chroma&lt;/blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;style&gt;&lt;!--tr 	{mso-height-source:auto;} col 	{mso-width-source:auto;} td 	{padding-top:1.0px; 	padding-right:1.0px; 	padding-left:1.0px; 	mso-ignore:padding; 	color:windowtext; 	font-size:18.0pt; 	font-weight:400; 	font-style:normal; 	text-decoration:none; 	font-family:Arial; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-charset:0; 	text-align:general; 	vertical-align:bottom; 	border:none; 	mso-background-source:auto; 	mso-pattern:auto;} .oa1 	{border:1.0pt solid black; 	background:#CCFFFF; 	mso-pattern:auto none; 	text-align:center; 	vertical-align:top; 	padding-bottom:3.6pt; 	padding-left:7.2pt; 	padding-top:3.6pt; 	padding-right:7.2pt;} .oa2 	{border:1.0pt solid black; 	background:#CCFFFF; 	mso-pattern:auto none; 	vertical-align:top; 	padding-bottom:3.6pt; 	padding-left:7.2pt; 	padding-top:3.6pt; 	padding-right:7.2pt;} --&gt;&lt;/style&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-8433277160803387608?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/8433277160803387608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/01/fisika-tanah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8433277160803387608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8433277160803387608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2010/01/fisika-tanah.html' title='Fisika Tanah'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sz81ZBtSNjI/AAAAAAAAAHY/jlRa1qkaYGA/s72-c/sgi3+tktur.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-7269750398335877597</id><published>2009-12-31T18:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T03:18:49.705-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Information Tecnologi'/><title type='text'>mo download</title><content type='html'>&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.thehack3r.com/"&gt;http://www.thehack3r.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.mediafirefilms.com/"&gt;http://www.mediafirefilms.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://oneclickmoviez.com/"&gt;http://oneclickmoviez.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.indowebster.com/"&gt;http://www.indowebster.com&lt;/a&gt;/&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://mediafiremoviez.com/"&gt;http://mediafiremoviez.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-7269750398335877597?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/7269750398335877597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/12/mo-download.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/7269750398335877597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/7269750398335877597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/12/mo-download.html' title='mo download'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-4740984320293810344</id><published>2009-12-19T08:35:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T03:32:11.987-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Tanah mineral dan Tanah Organik</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0);"&gt;TANAH MINERAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu profil tanah mineral yang normal, ter susun atas lapisan-lapisan,permukaan (top soil), lapisan bawah permukaan (subsoil) dan lapisan bawah (substratum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Lapisan permukaan,merupakan zona akumulasi maksimum bahan organik, zona perkembangan akar,mengandung hara tersedia,air dan objek pengolahan tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lapisan bawah permukaan, memperlihatkan ciri proses pembentukan tanah dan perkembangan tanah,tempat cadangan air dan hara tanaman.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lapisan bawah, merupakan bagian masa tanah yang sedikit sekali mengalami pela- pukan. Pada bagian bawahnya terdapat bahan induk tanah tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sy0CEo83ilI/AAAAAAAAAGw/figN_UJJYGE/s1600-h/ultisol.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 168px; height: 235px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sy0CEo83ilI/AAAAAAAAAGw/figN_UJJYGE/s320/ultisol.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416988205532023378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 0);"&gt;TANAH ORGANIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tanah Organik terbentuk dari akumulasi bahan organik, yang tertimbun selama puluhan atau ratusan tahun. Mikro organisme tidak bisa merombak bahan organik, karena banyak air, kurang O2 atau suhu terlalu dingin. Ketebalannya dapat mencapai 1-6 meter.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perkembangan tubuh tanah organik dicirikan oleh tingkat pelapukan bahan organik tersebut, yang dapat dibedakan atas fibrik, hemik dan saprik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tanah Organik dikenal dengan sejumlah nama; tanah gambut, tanah rawa, bog-soil, gambut ombrogen, gambut topogen, dsb. Dalam sistim Taksonomi Tanah tanah  ini termasuk Ordo Histosol.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di Indonesia, tanah ini tersebar dibagian pantai Timur Sumatera,di Kalimantan dan di Papua,meliputi wilayah 17 juta Ha&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sy0EGANBvUI/AAAAAAAAAG4/M5I43aIMObk/s1600-h/Histosol.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 153px; height: 264px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sy0EGANBvUI/AAAAAAAAAG4/M5I43aIMObk/s320/Histosol.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5416990427976940866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-4740984320293810344?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/4740984320293810344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/12/tanah-mineral-suatu-profil-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/4740984320293810344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/4740984320293810344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/12/tanah-mineral-suatu-profil-tanah.html' title='Tanah mineral dan Tanah Organik'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sy0CEo83ilI/AAAAAAAAAGw/figN_UJJYGE/s72-c/ultisol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-4352893178355414765</id><published>2009-12-19T07:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T00:59:27.549-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Faktor Pembentuk Tanah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Tanah = Fungsi (BI,I,O,T,W)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soil     = f (PM,C,O,R,T)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.Bahan induk (anorganik+organik)------------------------PM&lt;br /&gt;2.Iklim  (tropis dan subtropis; basah dan kering)------------C&lt;br /&gt;    (crh hujan, temperatur,sinar mthr,angin,dll&lt;br /&gt;3.Jasad Hidup (vegetasi hutan dan pdg rumput)-------------O&lt;br /&gt;4.Relief = topografi (datar, berombak, bergelombang)-------R&lt;br /&gt;5.Waktu (muda, tua)----------------------------------------T&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Faktor aktif   = iklim dan organisme&lt;br /&gt;Faktor pasif  = Bi, R&lt;br /&gt;Faktor Netral = Waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. BAHAN INDUK&lt;br /&gt;BATUAN =ANORGANIK------------BAHAN ORGANIK&lt;br /&gt;TANAH MINERAL------------------=TANAH GAMBUT= HISTOSOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Pengaruh Iklim&lt;br /&gt;     CURAH HUJAN TINGGI                  CURAH HUJAN RENDAH&lt;br /&gt;1.Solum                   dalam                               dangkal&lt;br /&gt;2.Kadar basa           rendah                               tinggi&lt;br /&gt;3.pH                          rendah                               tinggi&lt;br /&gt;4.Bahan organik      tinggi                                rendah&lt;br /&gt;      SUHU TINGGI (TROPIS)            SUHU RENDAH(SUBTROPIS)&lt;br /&gt;Kenapa?  Pelapukan intensif                   pelapukan lambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Jasad hidup yg sangat berpengaruh adalah vegetasi( tumbuhan)&lt;br /&gt;Ada dua vegetasi dominan yg pengaruhi pbtk tanah :  &lt;br /&gt;parameter                        Hutan                        Padang Rumput&lt;br /&gt;Bahan organik                  rendah                                tinggi&lt;br /&gt;Perpindahan liat               besar                                   kecil&lt;br /&gt;Profil                                 tidak sempurna                   sempurna&lt;br /&gt;Kejenuhan basa               rendah                                 tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Pengaruh Topografi/Relief&lt;br /&gt;                          Datar  /lrmbah         lereng                    puncak bukit&lt;br /&gt;Solum               alam                         dangkal                 dalam/dangkal&lt;br /&gt;Drainase          buruk                         bagus                     bagus&lt;br /&gt;Warna              gelap/pucat/kelabu   merah/kuning        merah/kuning&lt;br /&gt;Kesuburan      tinggi                         rendah                     sedang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Pengaruh waktu&lt;br /&gt;                                            Muda (baru)                                   Tua(lama)&lt;br /&gt;Tekstur                                 kasar                                              halus&lt;br /&gt;Solum                                   dangkal                                           dalam&lt;br /&gt;pH                                         tinggi                                              rendah&lt;br /&gt;Basa                                      tinggi                                             rendah&lt;br /&gt;Fase permulaan : Bahan induk belum melapuk&lt;br /&gt;Fase Juvenil      : bahan induk mulai melapuk&lt;br /&gt;Fase Viril           : Bhan halus (liat) bertambah&lt;br /&gt;Fase Senil         : hanya mineral tahan lapuk yg tinggal&lt;br /&gt;Fase Akhir         : Pelapukan selesai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-4352893178355414765?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/4352893178355414765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/12/faktor-pembentuk-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/4352893178355414765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/4352893178355414765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/12/faktor-pembentuk-tanah.html' title='Faktor Pembentuk Tanah'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-6740316832227913670</id><published>2009-12-06T00:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-02T00:59:27.550-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Sejarah Ringkas Ilmu Tanah</title><content type='html'>Usia Ilmu Tanah relatif lebih muda dari&lt;br /&gt;    ilmu-ilmu lain seperti Botani, Zoologi, Fisika , Kimia, Astronomy dll.&lt;br /&gt;Ilmu ini muncul ketika&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;tanah tidak lagi subur, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;produktifitasnya menurun, &lt;/li&gt;&lt;li&gt;degradasi lahan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;penduduk terus bertambah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada 42 abad yang lalu Kerajaan Cina telah membuat skema/peta tanah untuk maksud pemungutan pajak hasil bumi. Dengan peta tersebut dapat ditetapkan mana daerah yang subur dan banyak produksinya dan mana yang miskin tanahnya dan rendah produksinya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menurut Homer, sejak 1000 BC telah dikenal pemakaian pupuk kandang di Eropa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada 42 abad yang lalu Kerajaan Cina telah membuat skema/peta tanah untuk maksud pemungutan pajak hasil bumi. Dengan peta tersebut dapat ditetapkan mana daerah yang subur dan banyak produksinya dan mana yang miskin tanahnya dan rendah produksinya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menurut Homer, sejak 1000 BC telah dikenal pemakaian pupuk kandang di Eropa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di Zaman kejayaan kerajaan Yunani dan kerajaan Roma (BC) juga telah dikenal pemakaian pupuk hijau, abu tanaman, dan belerang. Momentum tersebut dianggap sebagai awal dipraktekkannya pertanian modern. Pada saat itu pemakaian pupuk sudah disebut sebagai “soil amendment”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Invasi orang-orang barbar ke Roma menghambat kemajuan modernisasi di bidang pertanian. Zaman itu disebut sebagai “dark age”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sepanjang abad 17-18 ,mulailah temuan-temuan ilmiah (scientific inquiry) untuk memperbaiki sistim pertanian dan sistim tanah dengan fokus untuk meningkatkan produksi tanaman. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jan Baptista van Helmont (Belanda), dan John Woodward (Inggris) meneliti pengaruh air ,yang bening dan yang berlumpur terhadap pertumbuhan tanaman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;J.B. Boussingault (1834) meneliti unsur-unsur C,H,O dalam jaringan tanaman. Temuannya menjelaskan bahwa unsur-unsur tersebut bersumber dari udara dan air hujan. Tidak dipublikasikan/&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Julius von Liebig (1840) dari penelitiannya menjelaskan bahwa hasil tanaman ditentukan oleh banyaknya kandungan mineral atau unsur inorganik yang terdapat di dalam tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Temuan Liebig, kemudian disempurnakan oleh peneliti-peneliti lain:&lt;/li&gt;&lt;li&gt;J,B. Lawes: Unsur N tidak diperoleh dari udara, tetapi dari garam-garam di tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;J.H.Gilbert:Untuk dapat diambil tanaman, maka unsur-unsur harus larut dalam tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;J.T.Way (1856): Adsorpsi kation adalah bagian dari sifat-sifat tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;R.W. Warington (1870): Nitrat yang terbentuk dari pupuk adalah melalui proses biologi. Menurut S.Winogradski ada dua bakteria yang berperan dalam proses transformasi ammonium menjadi nitrat. Winogradski (1880) juga menemukan “root nodule bactera” pada tanaman leguminoseae.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada tahun 1862 ,berdiri USDA dan pada tahun 1886 ,berdiri pula State Agric. Experimental Sta. di USA.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mulai saat itu dipelajari dinamika air tanah, panetrasi akar, pertumbuhan tanaman. Molai saat itu disimpulkan bahwa “tanah adalah medium yang dinamis”. Hal tersebut menorong konsep-konsep tentang pengelolaan tanah dalam kaitannya dengan pemakaian kapur ,pemakaian batuan fosfat,serta fungsi dan peran tanaman leguminosa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;E.W. Hilgard (1860 s) ,mengungkapkan hubungan antara faktor-faktor iklim, vegetasi, material batuan, dengan jenis tanah yang berkembang. Dikemukakan bahwa tanah tidaklah sekedar media tumbuh bagi tanaman tetapi adalah “a dynamic entities”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;V.V. Dokuchaev, mengungkapkan bahwa lapisan horizontal di tanah (horizon) terbentuk melai interaksi pengaruh iklim, vegetasi, material induk tanah. Temuan ini merupakan landasan konsepsi bahwa tanah adalah “ a natural body” . Konsep ini kemudian berkembang membuka konsep tentang “klassifikasi tanah”  berdasarkan field soil characteristic (1870 s). Hanya karena language barrier konsep ini tidak diketahui di luar Rusia s/d tahun 1914. Konsep ini dikembangkan oleh C.F. Marbut (USDA), maka lahirlah Soil Classification System.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-6740316832227913670?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/6740316832227913670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/12/sejarah-ringkas-ilmu-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/6740316832227913670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/6740316832227913670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/12/sejarah-ringkas-ilmu-tanah.html' title='Sejarah Ringkas Ilmu Tanah'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-5928427800173212417</id><published>2009-12-06T00:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T00:09:25.246-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Information Tecnologi'/><title type='text'>Download Driver Komputer dan Laptop</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Motherboard :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;ABIT : &lt;a href="http://www.abit.com.tw/page/en/download/download_driver.php" target="_blank"&gt;http://www.abit.com.tw/page/en/download/download_driver.php&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-212"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;ASRock : &lt;a href="http://www.asrock.com/support/download.asp" target="_blank"&gt;http://www.asrock.com/support/download.asp&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ASUS : &lt;a href="http://support.asus.com/download/download.aspx?SLanguage=en-us" target="_blank"&gt;http://support.asus.com/download/download.aspx?SLanguage=en-us&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BIOSTAR : &lt;a href="http://www.biostar.com.tw/app/en-us/support/download.php" target="_blank"&gt;http://www.biostar.com.tw/app/en-us/support/download.php&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chaintech : &lt;a href="http://www.chaintech.com.tw/a40_downloads.php" target="_blank"&gt;http://www.chaintech.com.tw/a40_downloads.php&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;DFI LANParty : &lt;a href="http://us.dfi.com.tw/portal/CM/cmdownload" target="_blank"&gt;http://us.dfi.com.tw/portal/CM/cmdownload&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ECS (Elitegroup Computer Systems, sebelumnya PCChips) : &lt;a href="http://www.ecs.com.tw/ECSWebSite/Downloads/Category_Download.aspx?MenuID=6&amp;amp;LanID=0" target="_blank"&gt;http:&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.ecs.com.tw/ECSWebSite/Downloads/Category_Download.aspx?MenuID=6&amp;amp;LanID=0" target="_blank"&gt;//www.ecs.com.tw/ECSWebSite/Downloads/Category_Download.aspx?MenuID=6&amp;amp;LanID=0&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;EPoX : &lt;a href="http://www.epox.com/USA/downloads.asp" target="_blank"&gt;http://www.epox.com/USA/downloads.asp&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;FoxConn : &lt;a href="http://www.foxconnchannel.com/support/downloads.aspx" target="_blank"&gt;http://www.foxconnchannel.com/support/downloads.aspx&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gigabyte : &lt;a href="http://www.gigabyte.com.tw/Support/Default.aspx" target="_blank"&gt;http://www.gigabyte.com.tw/Support/Default.aspx&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Intel : &lt;a href="http://downloadcenter.intel.com/" target="_blank"&gt;http://downloadcenter.intel.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jetway : &lt;a href="http://www.jetway.com.tw/jw/download.asp" target="_blank"&gt;http://www.jetway.com.tw/jw/download.asp&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;IWill : &lt;a href="http://www.flextronics.com/iwill/product_adns.asp" target="_blank"&gt;http://www.flextronics.com/iwill/product_adns.asp&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MSI (Micro-Star International) : Halaman Utama website : &lt;a href="http://www.msi.com/" target="_blank"&gt;http://www.msi.com&lt;/a&gt;. Lokasi download driver : &lt;a href="http://asia.msi.com/index.php?func=downloadindex" target="_blank"&gt;http://asia.msi.com/index.php?func=downloadindex&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://www.msi.com/index.php?func=downloadindex" target="_blank"&gt;http://www.msi.com/index.php?func=downloadindex&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://eu.msi.com/index.php?func=downloadindex" target="_blank"&gt;http://eu.msi.com/index.php?func=downloadindex&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2.Laptop&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Acer ( TravelMate, Extensa, Ferrari, Aspire) : &lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;a href="http://support.acer-euro.com/drivers/downloads.html" target="_blank"&gt;http://support.acer-euro.com/drivers/downloads.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ASUS, Asus eee : &lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;a href="http://support.asus.com/download/download.aspx?SLanguage=en-us" target="_blank"&gt;http://support.asus.com/download/download.aspx?SLanguage=en-us&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Compaq ( Evo, Armada, Concerto, Mini, LTE, Presario, dll) :&lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;a href="http://h20180.www2.hp.com/apps/Nav?h_pagetype=s-002&amp;amp;h_lang=en&amp;amp;h_cc=us&amp;amp;h_product=82710&amp;amp;h_client=S-A-R163-1&amp;amp;h_page=hpcom?=en&amp;amp;cc=us" target="_blank"&gt;http://h20180.www2.hp.com/apps/Nav?h_pagetype=s-002&amp;amp;h_lang=en&amp;amp;h_cc=us&amp;amp;h_product=82710&amp;amp;h_client=S-A-R163-1&amp;amp;h_page=hpcom?=en&amp;amp;cc=us&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;HP ( Pavilion, Omnibook, HP Compaq, dll) : &lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;a href="http://h20180.www2.hp.com/apps/Nav?h_pagetype=s-002&amp;amp;h_lang=en&amp;amp;h_cc=us&amp;amp;h_product=82710&amp;amp;h_client=S-A-R163-1&amp;amp;h_page=hpcom?=en&amp;amp;cc=us" target="_blank"&gt;http://h20180.www2.hp.com/apps/Nav?h_pagetype=s-002&amp;amp;h_lang=en&amp;amp;h_cc=us&amp;amp;h_product=82710&amp;amp;h_client=S-A-R163-1&amp;amp;h_page=hpcom?=en&amp;amp;cc=us&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lenovo (ThinkPad, IdeaPad, 3000 series) : &lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;a href="http://www-307.ibm.com/pc/support/site.wss/product.do?doctypeind=9&amp;amp;template=/productselection/landingpages/downloadsDriversLandingPage.vm&amp;amp;sitestyle=lenovo" target="_blank"&gt;http://www-307.ibm.com/pc/support/site.wss/product.do?doctypeind=9&amp;amp;template=/productselection/landingpages/downloadsDriversLandingPage.vm&amp;amp;sitestyle=lenovo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Toshiba ( Dynabook, Portege, Tecra, Satellite, Qosmio, Libretto ) : &lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;a href="http://pc.toshiba-asia.com/Laine/public/driverDownload.action?a=driverDl&amp;amp;currentTab=service" target="_blank"&gt;http://pc.toshiba-asia.com/Laine/public/driverDownload.action?a=driverDl&amp;amp;currentTab=service&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dell ( Inspiron, Latitude, Precision, Studio, Vostro, XPS,Studio XPS) :&lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;a href="http://support.dell.com/support/downloads/index.aspx?c=us&amp;amp;l=en&amp;amp;s=gen" target="_blank"&gt;http://support.dell.com/support/downloads/index.aspx?c=us&amp;amp;l=en&amp;amp;s=gen&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sony ( VAIO: FJ Series, UX, TZ, NR, SZ, CR, FZ, dan AR series):&lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;a href="http://www.sony.co.id/section/downloads" target="_blank"&gt;http://www.sony.co.id/section/downloads&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Axioo ( Zetta, PICO, ORIS, Neon, HDD) : &lt;a href="http://id.axioo.net/region/index.php?act=services&amp;amp;goto=download" target="_blank"&gt;driver download&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.axioo.net/region/index.php?act=services&amp;amp;goto=manual" target="_blank"&gt;manual&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.axioo.net/region/index.php?act=services&amp;amp;goto=bios" target="_blank"&gt;BIOS&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Forsa (Carnaval, Debut, TravelPac ) : &lt;a href="http://www.forsa.co.id/downloads.aspx" target="_blank"&gt;http://www.forsa.co.id/downloads.aspx&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BenQ (Joybook ) : &lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;a href="http://www.benq.com/products/joybook/" target="_blank"&gt;http://www.benq.com/products/joybook/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;MSI (Micro-Star International): &lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;a href="http://asia.msi.com/index.php?func=downloadindex" target="_blank"&gt;http://asia.msi.com/index.php?func=downloadindex&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Advan: &lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;a href="http://advandigital.com/download.php" target="_blank"&gt;http://advandigital.com/download.php&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;BYON : &lt;span style="color: rgb(0, 128, 128);"&gt;&lt;a href="http://www.byon.co.id/support/index.php?act=driver" target="_blank"&gt;http://www.byon.co.id/support/index.php?act=driver&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;semoga berguna...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-5928427800173212417?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/5928427800173212417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/12/download-driver-komputer-dan-laptop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5928427800173212417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5928427800173212417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/12/download-driver-komputer-dan-laptop.html' title='Download Driver Komputer dan Laptop'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-7088522335408078067</id><published>2009-11-27T05:26:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T00:02:17.509-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT UNTUK BUDI DAYA KELAPA SAWIT</title><content type='html'>PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT&lt;br /&gt;UNTUK BUDI DAYA KELAPA SAWIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan gambut dan lahan gambut untuk pertanian dan usaha-usaha yang berkaitan dengan pertanian berkembang cukup pesat. Ratusan ribu hektar lahan gambut dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri. Lahan rawa menjadi kawasan andalan untuk perluasan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Namun belakangan ini belakangan ini banyak menuai protes dari para pemerhati dan penggiat lingkungan baik dari dalam negeri maupuan dari luar negeri. Hal ini tentu didasari oleh kekhawatiran rusaknya lahan gambut sebagai fungsi ekosistem yang kompleks..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski memiliki fungsi strategis, alih fungsi lahan gambut masih terus berlangsung, baik untuk lahan pertanian maupun pemukiman serta peruntukkan lainnya. Berbagai macam bentuk alih fungsi menyebabkan terjadinya penurunan (gradasi) fungsi strategis lahan gambut, sehingga meningkatkan luas kawasan lahan kritis. Seperti fungsi hidrologis, yang berperan penting pada sistim biosfir, yaitu sebagai sumber karbon, pengendali sirkulasi CO2 dan berpengrauh besar pada kondisi keseimbangan karbon di atmosfir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini sistem pengelolaan hutan rawa gambut umumnya tidak memperhatikan sifat inheren gambut dan melupakan prinsip-prinsip kelestariannya sehingga berpotensi lahan rawa gambut akan mengalami kerusakan dan sulit untuk diperbaharui. Kerusakan gambut seperti yang terjadi di Kalimantan dengan program Gambut sejuta hektar, dimana lahan gambut terdegradasi (rusak) dan dibiarkan/ditinggalkan oleh pengelolanya (Mitchell, Ssetiawan dan Rahmi, 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya degradasi fungsi lahan gambut, salah satunya disebabkan kurangnya pemahaman terhadap karakteristik gambut dalam kondisi alami. Pengetahuan tentang keaneka-ragaman karakteristik gambut dalam kondisi masih alami menjadi sangat diperlukan, agar dapat mengelola dengan bijak (benar dan tepat) yaitu bermanfaat secara ekonomi dengan tidak mengesampingkan fungsi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjamin kelangsungan pembangunan ekonomi,maka perencanaan penggunaan, pengelolaan, dan penyelamatan sumberdaya alam itu perlu dilakukan dengan lebih cermat, dengan memperhatikan hubungan-hubungan ekologis yang berlaku untuk mengurangi akibat-akibat yang merugikan kelangsungan pembangunan secara menyeluruh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-7088522335408078067?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/7088522335408078067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/11/pemanfaatan-lahan-gambut-untuk-budi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/7088522335408078067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/7088522335408078067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/11/pemanfaatan-lahan-gambut-untuk-budi.html' title='PEMANFAATAN LAHAN GAMBUT UNTUK BUDI DAYA KELAPA SAWIT'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-3611636831265558791</id><published>2009-11-08T06:33:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T00:03:13.481-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Information Tecnologi'/><title type='text'>AWAS . . . BAHAYA VIRUS BARU . . . .</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SvbYPBTIpPI/AAAAAAAAAGQ/wwOZg9kST9E/s1600-h/virus.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 133px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SvbYPBTIpPI/AAAAAAAAAGQ/wwOZg9kST9E/s200/virus.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401742555635819762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah virus baru sudah ditemukan, dan digolongkan oleh Microsoft sebagai yang paling merusak! Virus itu baru ditemukan pada hari Minggu siang yang lalu oleh McAfee, dan belum ditemukan vaksin untuk mengalahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus ini merusak Zero dari Sektor hard disc, yang menyimpan fungsi&lt;br /&gt;informasi-informasi terpenting. Virus ini berjalan sebagai berikut : ·&lt;br /&gt;... Baca Selengkapnya&lt;br /&gt;Secara otomatis virus ini akan terkirim ke semua nama dalam daftar alamat anda dengan judul :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebuah Kartu Untuk Anda” (Une Carte Pour Vous atau A Card For You)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kartu virtual itu terbuka, virus itu akan membekukan komputer sehingga penggunanya harus memulainya kembali; kalau anda menekan CTRL+ALT+DEL atau perintah untuk restart, virus itu akan merusak Zero dari Sektor Boot hard disk, sehingga hard disk akan rusak secara permanen.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SvbYPvdHaFI/AAAAAAAAAGY/3OE4aY1DdHk/s1600-h/virus1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 183px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SvbYPvdHaFI/AAAAAAAAAGY/3OE4aY1DdHk/s200/virus1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5401742568025712722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut CNN, virus itu dalam beberapa jam sudah menimbulkan kepanikan di New York . Peringatan ini telah diterima oleh pegawai Microsoft sendiri. Jangan membuka e-mail dengan judul: “Sebuah Kartu Untuk Anda” (Une Carte Pour Vous atau A Card For You)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AWAS!!!&lt;br /&gt;Jangan terima kontak dari: pti_bout_de_ chou@hotmail. com.&lt;br /&gt;Ini virus yang akan memformat komputer anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-3611636831265558791?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/3611636831265558791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/11/awas-bahaya-virus-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/3611636831265558791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/3611636831265558791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/11/awas-bahaya-virus-baru.html' title='AWAS . . . BAHAYA VIRUS BARU . . . .'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SvbYPBTIpPI/AAAAAAAAAGQ/wwOZg9kST9E/s72-c/virus.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-208318762627923698</id><published>2009-10-11T00:46:00.000-07:00</published><updated>2009-12-06T00:02:17.509-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Urine Sapi Bisa Jadi Pestisida Alternatif</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;AIR kencing (urine) sapi&lt;/span&gt; ternyata bisa jadi obat pembasmi hama. Kebanyakan petani, mungkin aneh mendengarnya. Apalagi, urine sapi yang bau pesing itu setahu mereka bisa membuat layu tanaman.&lt;br /&gt;Namun, dalam final lomba kreasi dan inovasi 2007 di Pemkab Klaten, Kamis (16/8) lalu, wacana terlontar tentang kemungkinan memakai urine sapi sebagai pengganti pestisida.&lt;br /&gt;Dilatarbelakangi maraknya penggunaan pestisida modern yang memiliki kandungan zat kimia 100 persen dan bahan nonorganik, tiga guru SMKN I Trucuk yakni Haryono, Nanik Wulandari, dan Sumadi memutar otak.&lt;br /&gt;Menurut mereka, penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus bagi tanaman bukan saja akan mengancam kesehatan manusia, tetapi juga bisa mengakibatkan pergeseran ekosistem dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;Organisme yang mestinya bisa bermanfaat bagi tanaman, terutama dalam penyerbukan, bisa ikut mati bersama hama tanaman. Sebab, pestisida kimia umumnya mengandung logam berat berkadar tinggi.&lt;br /&gt;''Residu pestisida pada tataran yang tidak rasional akan menyebabkan buah dan sayuran tercemar,'' ujar Haryono, bersemangat, di hadapan tim juri yang diketuai Dr Esti Ismawati dari Universitas Widya Dharma.&lt;br /&gt;Dia memaparkan keunggulan pestisida organik urine sapi. Sejak ditemukan dua bulan lalu, dia sudah menguji coba temuan itu di Kecamatan Wedi, Cawas, dan Trucuk.&lt;br /&gt;Hasilnya, hama jenis wereng pada padi, trap pada kacang panjang, dan belalang, menyingkir atau mati. Selain itu, kandungan nitrogen urine sapi mencapai 2,7 persen. Artinya, ia bisa dijadikan pupuk.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bau Cepat Hilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Murahkah biaya pembuatannya? Haryono mengatakan hanya diperlukan drum plastik, kayu pengaduk, tabung, dan alat penumbuk bahan yang semuanya ada di sekitar kita.&lt;br /&gt;Untuk mendapatkan pestisida bagi 500 meter persegi lahan, hanya diperlukan 60 liter urine sapi, 100 liter air, satu kilogram temulawak, daun lamtoro, kencur, tetes tebu, dan jahe.&lt;br /&gt;Semua bahan itu ditumbuk halus dan dicampukan dalam air dan urine sapi. Setelah itu ditutup dalam drum selama 21 hari, agar terjadi fragmentasi. Setelah 21 hari. pestisida siap digunakan.&lt;br /&gt;''Apa tidak malah membuat konsumen lari karena tak tahan baunya?,'' tanya Prof Sumitro Padmowiyono dari UGM. Ditanya begitu, Haryono meyakinkan tidak ada efek bau, sebab bau akan hilang beberapa hari setelah hama mati.&lt;br /&gt;Lomba itu juga diikuti sembilan inovasi lain, seperti briket dari serbuk kayu karya Sutaryono, serbuk kayu untuk kerajinan karya Arif Isnan, modifikasi kompor minyak karya Jamaludin, mesin efisien BBM karya Joko Istiyanto.&lt;br /&gt;Juga kerajinan dari limbah telur puyuh dan kayu hasil karya Tri Raharjo serta alat permainan dari limbah kayu karya Drs Suyudi. (Achmad Hussain-58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-208318762627923698?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/208318762627923698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/urine-sapi-bisa-jadi-pestisida.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/208318762627923698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/208318762627923698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/urine-sapi-bisa-jadi-pestisida.html' title='Urine Sapi Bisa Jadi Pestisida Alternatif'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-7505538809230761967</id><published>2009-10-11T00:19:00.000-07:00</published><updated>2009-12-06T00:02:17.509-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Ultisol</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StGH6FRInEI/AAAAAAAAAGI/2Cez9-Sx0sQ/s1600-h/ultisol.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 255px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StGH6FRInEI/AAAAAAAAAGI/2Cez9-Sx0sQ/s320/ultisol.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391239660855401538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ultisol&lt;/span&gt; merupakan salah satu jenis tanah di Indonesia yang mempunyai sebaran luas, mencapai 45.794.000 ha atau sekitar 25% dari total luas daratan Indonesia (Subagyo et al. 2004). Sebaran terluas terdapat di Kalimantan (21.938.000 ha), diikuti di Sumatera (9.469.000 ha),Maluku dan Papua (8.859.000 ha), Sulawesi (4.303.000 ha), Jawa (1.172.000 ha),dan Nusa Tenggara (53.000 ha). Tanah ini dapat dijumpai pada berbagai relief, mulai dari datar hingga bergunung.&lt;br /&gt;Ultisol dapat berkembang dari berbagai bahan induk, dari yang bersifat masam hingga basa. Namun sebagian besar bahan induk tanah ini adalah batuan sedimen masam. Luas tanah Ultisol berdasarkan bahan induknya. Di antara grup Ultisol, Hapludults mempunyai sebaran terluas. Hal ini karena persyaratan klasifikasinya hanya didasarkan pada nilai kejenuhan basa yaitu &lt; 35% dan adanya horizon argilik,tanpa ada syarat tambahan lainnya. Ultisols (ultimus-selesai) adalah tanah-tanah yang berwarna kuning merah dan telah mengalami pencucian yang sudah lanjut. Dikenal luas sebagai podsolik merah kuning. Tanah-tanah ini mendominasi lahan kering yang ada di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Total luas adalah sekitar  45.79 juta ha atau 24.3 % dari lahan Indonesia dan menyebar di Kalimantan Timur (10.04 juta ha), Irian Jaya (7.62 juta), Kalimantan Barat (5.71 juta), Kalimantan Tengah (4.81 juta), dan Riau (2.27 juta ha).  Ultisol dicirikan oleh adanya akumulasi liat pada horizon bawah permukaan sehingga mengurangi daya resap air dan meningkatkan aliran permukaan dan erosi tanah. Erosi merupakan salah satu kendala fisik pada tanah Ultisol dan sangat merugikan karena dapat mengurangi kesuburan tanah. Hal ini karena kesuburan tanah Ultisol sering kali hanya ditentukan oleh kandungan bahan organik pada lapisan atas. Bila lapisan ini tererosi maka tanah menjadi miskin bahan organik dan hara. Tanah Ultisol mempunyai tingkat perkembangan yang cukup lanjut, dicirikan oleh penampang tanah yang dalam,kenaikan fraksi liat seiring dengan kedalaman tanah, reaksi tanah masam, dan kejenuhan basa rendah. Pada umumnya tanah ini mempunyai potensi keracunan Al dan miskin kandungan bahan organik. Tanah ini juga miskin kandungan hara terutama P dan kation-kation dapat ditukar seperti Ca, Mg, Na, dan K, kadar Al tinggi, kapasitas tukar kation rendah, dan peka terhadap erosi (Sri Adiningsih dan Mulyadi 1993). Di Indonesia, Ultisol umumnya belum tertangani dengan baik. Dalam skala besar, tanah ini telah dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit, karet dan hutan tanaman industri, tetapi pada skala petani kendala ekonomi merupakan salah satu penyebab tidak terkelolanya tanah ini dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CIRI MORFOLOGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya Ultisol berwarna kuning kecoklatan hingga merah. Pada klasifikasi lama menurut Soepraptohardjo (1961), Ultisol diklasifikasikan sebagai PodsolikMerah Kuning (PMK). Warna tanah pada horizon argilik sangat bervariasi dengan hue dari 10YR hingga 10R, nilai 3−6 dan kroma 4−8 (Subagyo et al. 1986; Suharta dan Prasetyo 1986; Rachim et al. 1997;&lt;br /&gt;Suhardjo dan Prasetyo 1998; Alkusuma 2000; Isa et al. 2004; Prasetyo et al. 2005). Warna tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain bahan organik yang menyebabkan warna gelap atau hitam, kandungan mineral primer fraksi ringan seperti kuarsa dan plagioklas yang memberikan warna putih keabuan, serta oksida besi seperti goethit dan hematit yang memberikan warna kecoklatan hingga merah.&lt;br /&gt;Makin coklat warna tanah umumnya makin tinggi kandungan goethit, dan makin merah warna tanah makin tinggi kandungan hematit (Eswaran dan Sys 1970; Allen dan Hajek 1989; Schwertmann dan Taylor 1989).Tekstur tanah Ultisol bervariasi dan dipengaruhi oleh bahan induk tanahnya.&lt;br /&gt;Tanah Ultisol dari granit yang kaya akan mineral kuarsa umumnya mempunyai tekstur yang kasar seperti liat berpasir (Suharta dan Prasetyo 1986), sedangkan tanah Ultisol dari batu kapur, batuan andesit, dan tufa cenderung mempunyai tekstur yang halus seperti liat dan liat halus (Subardja 1986; Subagyo et al. 1987; Isa et al. 2004; Prasetyo et al. 2005).&lt;br /&gt;Ultisol umumnya mempunyai struktur sedang hingga kuat, dengan bentuk gumpal bersudut (Rachim et al. 1997; Isa et al. 2004; Prasetyo et al. 2005). Komposisi mineral pada bahan induk tanah mempengaruhi tekstur Ultisol. Bahan induk yang didominasi mineral tahan lapuk kuarsa, seperti pada batuan granit dan batu pasir, cenderung mempunyai tekstur yang kasar. Bahan induk yangkaya akan mineral mudah lapuk seperti batuan andesit, napal, dan batu kapur cenderung menghasilkan tanah dengan tekstur yang halus. Ciri morfologi yang penting pada Ultisol adalah adanya peningkatan fraksi liat dalam jumlah tertentu pada horizon seperti yang disyaratkan dalam Soil Taxonomy (Soil Survey Staff 2003).&lt;br /&gt;Horizon tanah dengan peningkatan liat tersebut dikenal sebagai horizon argilik. Horizon tersebut dapat dikenali dari fraksi liat hasil analisis di laboratorium maupun dari penampang profil tanah. Horizon argilik umumnya kaya akan Al sehingga peka terhadap perkembangan akar tanaman, yang menyebabkan akar tanaman tidak dapat menembus horizon ini dan hanya berkembang di atas horizon argilik (Soekardi et al. 1993).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-7505538809230761967?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/7505538809230761967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/ultisol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/7505538809230761967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/7505538809230761967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/ultisol.html' title='Ultisol'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StGH6FRInEI/AAAAAAAAAGI/2Cez9-Sx0sQ/s72-c/ultisol.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-5008422757521073590</id><published>2009-10-10T23:35:00.000-07:00</published><updated>2009-12-06T00:02:17.510-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Andisols</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andisols (ando, tanah hitam) adalah tanah yang berwarna gelap khususnya pada lapisan atas. Mereka umumnya dibentuk dari endapan vulkanik dan oleh karena itu mereka pada umumnya ditemukan di dataran tinggi di sekitar gunung api. Total luas sekitar 5.39 juta ha atau 2.9% dari lahan yang ada di Indonesia dengan penyebaran Sumatera Utara  (1.06 juta ha), Jawa Timur (0.73 juta), Jawa Barat (0.50 juta), Jawa Tengah (0.45 juta), dan di Maluku (0.32 juta ha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StF_yLYxPAI/AAAAAAAAAGA/74dvuR3uSQw/s1600-h/andisol_profile.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StF_yLYxPAI/AAAAAAAAAGA/74dvuR3uSQw/s320/andisol_profile.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391230728966061058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut Darmawijaya (1997) Andosols adalah tanah yang berwarna hitam kelam, sangat porus, mengandung bahan organik dan liat tipe amorf, terutama Alofan (Alofan adalah bahan mineral yang amorf yang terbentuk dari silikat dan aluminium seskuioksida). Andosols mempunyai sifat fisik yang baik, antara lain berupa: daya serap air yang tinggi; gembur, tetapi memiliki daya tahan struktur yang tinggi, sehingga mudah diolah; permeabilitas tinggi, karena mengandung banyak makropori. Kelemahan Andosols adalah mudah tererosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-5008422757521073590?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/5008422757521073590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/andisols.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5008422757521073590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5008422757521073590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/andisols.html' title='Andisols'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StF_yLYxPAI/AAAAAAAAAGA/74dvuR3uSQw/s72-c/andisol_profile.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-2418285560846931790</id><published>2009-10-10T00:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T23:35:17.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>HORISON-HORISON DIAGNOSTIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left; font-weight: bold;"&gt;HORISON-HORISON DIAGNOSTIK&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;I.    Epipedon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;1. Molik&lt;/span&gt;    :   &lt;br /&gt;    a. ketebalan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&gt; 10 cm jika menumpang pada batuan keras&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;                                     1/3 tebal belum jika solum tidak tebal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;                                     25 cm jika solum tebal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    b. tidak keras sekalipun kering (gambar – agak teguh)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               c. Kroma warna &lt;&gt; 3,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               d. V &gt; 50% &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               e. B.O. &gt; 1%, tapi &lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               f. P2O5 larut asam sitrat &lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    g. Struktur berkembang nyata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;2. Anthopik    :&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;               a. seperti mollik, tetapi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    b. kadar fosfat tinggi karena pengolahan dan pemupukan (anthropos = manusia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;3. Histik    :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               a. horizon organik (histos = jaringan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               b. tebal &gt; 1 kaki (30 cm)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               c. sering jenuh air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;4. Ochric    :&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;               a. warna lebih muda (ochros = pucat, warna muda)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               b. kadar, b.o. lebih rendah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               c. lebih tipis dari mollic, umbric, anthropic atau histic&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               d. keras dan pejal waktu kering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;5. Plaggen     :&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;               a. Mengandung seresah, pupuk kandang dan sampah usaha tani &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               b. tebal &gt; 50 cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               c. pengaruh pengolahan tanah yang lama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;                  (plaggen = sod = tanaman sisa-sisa rumput)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;6. Umbrik    :    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               a. warna tua (umbra = peneduh warna tua)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               b. sepeti mollik, tetapi jenuh hidrogen (H+)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II.    Endopedon &lt;/span&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;     &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;1. Kambik    :   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                a. Struktur granuler gumpal atau tiang, bercampur dengan yang masih memperlihatkan&lt;br /&gt;                        struktur batuan induk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;                b. Mengandung mineral terlapukkan, termasuk alofan atau kaca volkan (vitrik)&lt;br /&gt;                        (cambiare = menukar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;                c.  KPK di atas 16 me%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;                d. Belum ada iluviasi lempung, seskuioksida &amp;amp; B.O&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;                e. Tidak tampak selaput lempung pada gumpalan/butir tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    f.  Tidak dapat berkembang dalam bahan pasir ( terbentuk oleh reaksi fisika atau&lt;br /&gt;                        kimia)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;2. Agric    :   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                a. Pengumpulan G.O &amp;amp; lempung langsung di bawah lapangan olah 15% vol tanah (agr =&lt;br /&gt;                        lapangan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;3. Albic    :&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;                a. Lempung &amp;amp; oksida besi telah terlundi sehingga meninggalkan pasir dan debu warna&lt;br /&gt;                        muda. (albus = putih) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               b. Biasanya dialasi oleh spodik atau orgilic&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;4. Argilik :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               a. Berhorizon B lempung illuvial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;                       (orgilla = lempung putih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    b. Berselaput lempung pada permukaan gumpal tanah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;5. Galcic    :&lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;               a. Perkayaan CaCO3 sekunder atau CaCO3+ MgCO3 sekunder (calcic = kapur)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               b. Kadar CaCO3 setara &gt; 15% bila tebal &gt; 15 cm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;        Kadar CaCO3 setara &gt; 5% dari horizon C (notric = natrium)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;6. Natrik    :&lt;/span&gt;    Seperti argilic, tetapi : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               a. Berstruktur kolumner / prismatik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               b. Ber Na tertukar 15%&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               c.  pH &gt; 8,5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;7. Oksik    :   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               a. Pengumpulan besi oksida dan/atau Al oksida terhidrat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               b. Berlempung kaolinit (kisi 1:1) (oksik : oksida)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               c. Tak berselaput lempung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               d. pH (KCl) pH – H2O&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;8. Spodik    :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               a. Berhorizon B dengan pengumpulan  humus/seskuioksida&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               b. Tak ada pengumpulan lempung &amp;amp; selaput lempung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    c. Dapat merekat menjadi padas (orstein)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;                      (spodos = abu kayu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;9. Duripan    :   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               a. Terekat oleh silika berbentuk kristal mikro sehingga fragmen-fragmen kering tak mau&lt;br /&gt;                        menjadi bubur bila direndam (durus = keras)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               b. Sering mengandung semen tambahan berupa oksida besi dan CaCO3 sehingga warna&lt;br /&gt;        beraneka &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;    &lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;10. Fragipan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;(tragilis = rapuh)    :   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;               a. BV lebih tinggi dari horizon di atasnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;               b. Keras bila kering tetapi rapuh bila lembab &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-2418285560846931790?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/2418285560846931790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/horison-horison-diagnostik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/2418285560846931790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/2418285560846931790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/horison-horison-diagnostik.html' title='HORISON-HORISON DIAGNOSTIK'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-6738787049266582629</id><published>2009-10-10T00:32:00.001-07:00</published><updated>2009-10-10T23:35:17.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>HORISON DAN LAPISAN UTAMA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HORISON DAN LAPISAN UTAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Horizon organik&lt;/span&gt; :&lt;br /&gt;       O      : horizon organik dari tanah mineral&lt;br /&gt;       O1    : horizon organik yang sebagian besar bagian-bagiannya masih jelas menampakkan    &lt;br /&gt;                 bentuk asli.&lt;br /&gt;       O2    :  horizon organik yang sudah tidak tersidik bentuk asli asalnya.&lt;br /&gt;       a.      :terbentuk pada bagian atas tanah mineral&lt;br /&gt;       b.      :dirajai oleh bahan-bahan organik segar/terurai sebagian&lt;br /&gt;       c.      :berkadar BO  30% jika berfraksi lempung  50%, 20% jika berfraksi bukan lempung&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Horizon mineral&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;A    : horizon mineral yang terdiri atas :&lt;br /&gt;             a.   horizon pengumpulan b.o yang terbentuk dekat permukaan&lt;br /&gt;             b.   lap  yang  telah  kehilangan  lempung,  besi  atau  aluminium yang mengakibatkan  &lt;br /&gt;                   pengumpulan kwarsa atau mineral&lt;br /&gt;             c.   horizon yang dirajai (a) atau (b) tapi memperlihatkan sifat ke horison B atau C&lt;br /&gt;                  dibawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       A1    : terbentuk/sedang terbentuk pada/dekat muka tanah dengan penimbunan b.o.&lt;br /&gt;                  terhumofikasi yang berhubungan dengan fraksi mineralnya.&lt;br /&gt;       A2    : berciri pokok hilangnya lempung, besi atau aluminium sehingga terjadi pemekatan&lt;br /&gt;                  residuil kwarsa.&lt;br /&gt;       A3     : horizon peralihan antara A dan B dan dirajai oleh sifat-sifat khas A1 dan A2 yang&lt;br /&gt;                  menumpanginya, tapi mempunyai beberapa sifat tambahan dari horizon B di &lt;br /&gt;                  bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        AB   : peralihan antara A dan B, yang bagian atas berciri utama sifat-sifat A, dan bagian&lt;br /&gt;                  bawah seperti horizon B.&lt;br /&gt;                  Keduanya tidak bisa dipisahkan menjadi A3 dan B1  biasanya karena terlalu tipis, bila&lt;br /&gt;                  tebal harus dipisahkan.&lt;br /&gt;B    : Ciri-ciri utamanya&lt;br /&gt;        a.    pemekatan illuvial lempung silikat, besi, Al/humus baik sendiri-sendiri maupun&lt;br /&gt;               kombinasi.&lt;br /&gt;        b.   Pemekatan residuil seskudesido atau lempung silikat dengan pelarutan/penghilangan  &lt;br /&gt;               karbonat-karbonat/garam-garam mudah larut.&lt;br /&gt;        c.   Terjadi pelarutan seskuidesida sehingga berwarna lebih tua, cemerlang atau lebih&lt;br /&gt;              merah tapi tak ada iluviasi besi.&lt;br /&gt;        d.   Perobahan bahan dari keadaan aslinya yang mengaburkan struktur batuan asli, yang&lt;br /&gt;              membentuk lempung-lempung silikat, membebaskan desida-desida atau keduanya dan&lt;br /&gt;              membentuk struktur granuler, gumpal atau prismatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       B1    : peralihan antara B dan A1 atau B dan A2 yang dikuasai oleh sifat-sifat B2 di&lt;br /&gt;                  bawahnya, tapi bersifat tambahan dari A¬¬1¬ atau  A2.&lt;br /&gt;       B2    : bagian   dari   horizon B dengan sifat-sifat  paling  murni,  tanpa menunjukkan sifat&lt;br /&gt;                  peralihan ke A, C atau R.&lt;br /&gt;       B3    : peralihan antara B dan C atau R dengan sifat-sifat diagnostik B2 tapi berkaitan&lt;br /&gt;                 dengan sifat-sifat khas C atau R.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C    : mirip dengan bahan yang dianggap bahan asal solum, relatif sedikit kena proses &lt;br /&gt;        pendogenesa dan tak mempunyai sifat-sifat yang diagnostik A atau B, dengan sifat-sifat :&lt;br /&gt;       a.    Pelapukan di luar daerah kegiatan biologi utama&lt;br /&gt;       b.    Sementasi dapat balik, merapuh, BU meninggi sifat khas/fragipan.&lt;br /&gt;       c.    Gleisasi&lt;br /&gt;       d.    Pengumpulan Ca atau Mg karbonat/garam mudah larut&lt;br /&gt;       e.    Sementasi oleh Ca atau Mg karbonat/garam mudah larut&lt;br /&gt;        f.    Sementasi oleh bahan kersik larut alkali atau oleh besi dan silika&lt;br /&gt;       g.    Mencakup semua horizon/laporan yang terbentuk tanpa faktor biologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R    : batuan dasar pada yang ditumpangi, seperti : granit, batuan pasir atau gamping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A&amp;amp;B: bersyarat A2 tetapi disisipi B sebanyak 50% volume&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AC     : bersyarat maupun C tanpa ada yang merajai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B&amp;amp;A: horizon bersyarat B pada lebih dari 50% volnya dan mencakup bagian-bagian yang bersyarat A2.&lt;br /&gt;         •    mampunyai lidah-lidah tegak A2&lt;br /&gt;         •    mempunyai pita-pita horizontal A2¬ diantara pita-pita B yang lebih tebal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-6738787049266582629?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/6738787049266582629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/horison-dan-lapisan-utama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/6738787049266582629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/6738787049266582629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/horison-dan-lapisan-utama.html' title='HORISON DAN LAPISAN UTAMA'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-5066731674818240901</id><published>2009-10-10T00:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T23:35:17.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Padanan Nama Tanah menurut Berbagai Sistem Klasifikasi Tanah  (disederhanakan)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Padanan Nama Tanah menurut Berbagai Sistem Klasifikasi Tanah&lt;br /&gt;(disederhanakan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StA4ThqD9gI/AAAAAAAAAFo/H55DjhK4PM4/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 429px; height: 589px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StA4ThqD9gI/AAAAAAAAAFo/H55DjhK4PM4/s400/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390870662065944066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StA359hLy0I/AAAAAAAAAFg/33GMdQzQZJw/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-5066731674818240901?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/5066731674818240901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/padanan-nama-tanah-menurut-berbagai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5066731674818240901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5066731674818240901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/padanan-nama-tanah-menurut-berbagai.html' title='Padanan Nama Tanah menurut Berbagai Sistem Klasifikasi Tanah  (disederhanakan)'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StA4ThqD9gI/AAAAAAAAAFo/H55DjhK4PM4/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-9024097539165670767</id><published>2009-10-09T23:37:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T23:35:17.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Tanah sebagai Penopang Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa tanah, kehidupan yang kita ketahui tidak mungkin ada. Tanah merupakan sumber utama bahan makanan yang kita makan dan serat yang kita gunakan, seperti katun dan kayu. Tanah memainkan peran kritis dalam memelihara atau menjaga kualitas udara, menyimpan air dan bahan makanan bagi tumbuhan, serta menyaring bahan pencemar air permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapisan tipis tanah di atas permukaan kerak Bumi merupakan suatu sumberdaya yang sangat lemah. Hilang karena erosi, rusak karena praktek-praktek pertanian yang jelek seperti terlalu banyak gembala, kehilangan kesuburan tanah, terumpulnya garam-garam akibat praktek irigasi yang jelek, dan pencemaran dari bahan beracun mengancam sumberdaya tanah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh sistem Bumi berinteraksi di dalam tanah, yang tersusun dari: materi organik tak terlarut yang dihasilkan oleh pelapukan dan penghancuran batuan, mineral, dan sedimen; bahan makanan digunakan oleh tumbuh-tumbuhan; bermacam-macam materi organik; organisme -- baik hidup maupun mati; udara dan gas-gas lain serta air. Ahli ilmu tanah menggunakan penampang vertikal atau profil tanah untuk mempelajarinya. Dalam penyelidikan tanah, anda akan mengumpulkan suatu inti tanah (bagian atas beberapa inci dari suatu profil ), dengan demikian, anda dapat menguji dan menganalisisnya sebagaimana yang diinginkan oleh ahli ilmu tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan klasifikasi tanah, terdapat 12 macam tanah utama. Enam di antaranya meliputi: tanah Prairie, Forest, Tropical, Organic, Dessert, dan Tundra yang masing-masing memiliki tipe bentanglahan dan lingkungan dimana tanah tersebut terbentuk. Ahli ilmu tanah mengelompokkan tanah berdasarkan ciri-cirinya dan menamakannya sesuai dengan ciri-cirinya. Tanah Dessert misalnya, disebut sebagai Aridosols.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StArBMduEiI/AAAAAAAAAFY/QFl-4zj-kZ0/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 301px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StArBMduEiI/AAAAAAAAAFY/QFl-4zj-kZ0/s400/untitled.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390856053488226850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tanah Prairie (Mollisols)&lt;/span&gt; adalah salah satu dari tanah pertanian yang penting dan produktif di dunia. Umumnya terbentuk di daerah berlintang menengah. Tanah ini terbentuk pada lingkungan padang rumput, memiliki lapisan (horison) permukaan gelap dan kaya akan mineral-mineral sepanjang profil tanah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tanah Forest (Spodosols)&lt;/span&gt;, umumnya terbentuk pada daerah panas sampai sedang, daerah basah dengan penutup pohon-pohon jarum. Horison atas yang abu-abu muda tanah ini menutup horison merah yang kaya akan aluminium dan/atau besi. Akumulasi humus, aluminium dan orksida di bawah permukaan merupakan ciri-ciri dari tanah asam ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tanah Tropical (Oxisols)&lt;/span&gt; merupakan tanah terlapuk kuat, merah atau kuning dari daerah basah, tropis atau subtropis. Di daerah tropis pelapukan yang sangat kuat akan melepaskan bahan makanan dari tanah dan meninggalkannya bersama oksida besi. Meskipun tanah ini sangat tidak subur, penambahan kapur dan pupuk akan menjadikan tanah ini sangat produktif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tanah Organic (Histosols) &lt;/span&gt;merupakan tanah lahan basah, berwarna gelap dan kaya akan dekomposisi materi organik. Tanah ini sangat memegang peranan penting di daerah lahan basah dengan menyaring bahan pencemar dari air permukaan -- khususnya selama aliran air permukaan tinggi dan banjir. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tanah Dessert (Aridisols) &lt;/span&gt;terbentuk di daerah gersang, dimana air irigasi tidak tersedia, tanah ini digunakan untuk tempat latihan, kehidupan liar, dan rekreasi. Tanah ini umumnya kaya akan kalsium karbonat yang mungkin membentuk lapisan tidak lulus air (impermeable).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Tanah Tundra (Gelisols)&lt;/span&gt;. Profil tanah ini umumnya terdiri dari lapisan gelap yang kaya akan meteri organik dan lapisan kaya mineral yang menutupi permafrost. Tanah, tanah bawah, atau endapan permukaan dimana suhu berada di bawah titik beku sepanjang waktu (dari 2-10 ribu tahun) dapat disebut sebagai permafrost. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Sumber: &lt;span style="color: rgb(0, 204, 204);"&gt;Geotimes&lt;/span&gt;, Februari 1999. Diterjemahkan oleh: I Wayan Warmada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-9024097539165670767?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/9024097539165670767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/tanah-sebagai-penopang-kehidupan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/9024097539165670767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/9024097539165670767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/tanah-sebagai-penopang-kehidupan.html' title='Tanah sebagai Penopang Kehidupan'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StArBMduEiI/AAAAAAAAAFY/QFl-4zj-kZ0/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-1904039907928926415</id><published>2009-10-09T22:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T23:35:17.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Spodosol</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanah yang termasuk ordo Spodosol merupakan tanah dengan horison bawah terjadi penimbunan Fe dan Al-oksida dan humus (horison spodik) sedang, dilapisan atas terdapat horison eluviasi (pencucian) yang berwarna pucat (albic). Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Podzol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu tanah, Podsol (juga dieja Podzol, atau dikenal sebagai Spodosol) adalah khas dari tanah yg termasuk jenis pohon jarum, atau hutan utara. Mereka juga yang khas dari tanah eucalypt hutan dan heathlands di selatan Australia. Nama ini untuk Rusia "di bawah ash" (под / pod = bawah, зола / zola = abu) dan mungkin merujuk kepada umum pengalaman Rusia petani dari pembajakan membuat terlihat di bawah lapisan-abu (leached atau E cakrawala) pada saat pertama bajakan yang perawan tanah dari jenis ini. Tanah ini terdapat di daerah-daerah yang basah dan dingin (misalnya di Northern Ontario atau Rusia) dan juga di daerah-daerah hangat seperti Florida sandy dimana tanah air yang berfluktuasi meja (humic varian dari utara podzol atau Humod). Contoh yang hangat-iklim podzol adalah Myakka pasir halus, tanah state of Florida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spodosols paling miskin untuk tanah pertanian. Beberapa dari mereka yang berlebihan sandy dan ditiriskan. Lain ada rooting zona dangkal dan drainase miskin karena lapisan tanah sebelah bawah penyemenan. Well-drained liat jenis dapat sangat produktif untuk tanaman jika kapur dan pupuk yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E cakrawala, yang biasanya 4-8 cm, rendah dalam Fe dan Al oxides dan humus. Itu dibentuk di bawah lembab, dingin dan kondisi acidic, terutama di mana orang tua materi, seperti granit atau batu pasir, kaya akan kuarsa. Hal ini ditemukan di bawah lapisan bahan organik dalam proses pembusukan, yang biasanya 5-10 cm. Di tengah, sering terdapat sebuah lapisan tipis 0,5-1 cm. Bleached yang berjalan di atas tanah menjadi merah atau disebut redbrown cakrawala rusty tanah. Warna yang kuat di bagian atas, dan mengubah pada kedalaman 50 hingga 100 cm makin ke bagian tanah yang terutama tidak terpengaruh oleh proses, yang merupakan bahan induk. Tanah profil dimaksudkan huruf A (tanah), E (eluviated tanah), B (lapisan tanah sebelah bawah) dan C (bahan induk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utama dalam proses pembentukan Spodosols adalah podzolisation. Podzolisation adalah proses yang rumit (atau jumlah sub-proses) di mana bahan organik dan mineral larut (umumnya besi dan aluminium) adalah dari leached E A dan B horizons ke cakrawala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam podzols, yang berarti pemindahan eluviation dari clays, humic acid, besi, dan lainnya dari konstituen larut A dan E horizons. Konstituen ini mungkin akan menumpuk membentuk spodic illuvial ufuk dan dalam beberapa kasus yang placic cakrawala atau besi band. Podzolization terjadi leaching parah ketika meninggalkan atas cakrawala hampir habis semua kecuali tanah konstituen kuarsa butir. Tanah mineral di ufuk J membusuk oleh reaksi dengan asam humic dan formulir larut garam. Dari bahan yang leached A cakrawala adalah didepositkan di ufuk B sebagai humus kaya cakrawala-band atau sebagai lapisan sesquioxides keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sub-proses tersebut meliputi mobilisasi, eluviation dan illuviation. Mobilisasi dan eluviation kedua memindahkan bahan-bahan organik dan mineral melalui A ke B ufuk cakrawala. Selama ini, mereka bereaksi dengan air (illuviation) menjadi oxidised. Ini proses podzolisation hasil karakteristik tanah di profil spodosols, di mana E cakrawala yang biasanya ashen putih atau warna abu-abu tanpa struktur dan terdapat lapisan khusus hardpan oksida di ufuk B (yang selalu gelap daripada E cakrawala) . E cakrawala bisa abu-abu gelap di profil yang tinggi dalam hal organik, namun dalam kasus yang B yang sangat gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti conifers allelopathically mengurangi kompetisi oleh produksi lebat O cakrawala dari acidic dan beracun alas daun yang membusuk lambat, utama bentuk interaksi tanah-tanaman adalah bahwa dari conifers sendiri. The acidic O cakrawala, seiring dengan pola curah hujan yang mirip dengan yang moister grasslands, juga mendorong illuviation dari oxides dari aluminium dan besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa podzols, E cakrawala tidak hadir - baik oleh masked biologi atau kegiatan obliterated oleh gangguan. Podzols dengan sedikit atau tanpa E cakrawala pembangunan yang sering diklasifikasikan sebagai Brown podzolic tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Podsols di Eropa Barat yang dikembangkan di heathland, yang merupakan gangguan membangun manusia, di mana vegetasi dikelola melalui grazing dan pembakaran. Mei tanah yang telah dikembangkan dengan baik selama tahun 3000 dalam respon terhadap vegetasi dan perubahan iklim. Dalam beberapa moorlands British dengan tanah podsolic ada coklat earths diawetkan dibawah Bronze Age barrows.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spodosols adalah sebagai paleosols langka. Walaupun mereka dari sejauh kembali sebagai Carboniferous, terdapat beberapa contoh dari hidup sebelum pertama Pleistocene glaciation, dan beberapa mungkin tidak benar Spodosols.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-1904039907928926415?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/1904039907928926415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/spodoso.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/1904039907928926415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/1904039907928926415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/spodoso.html' title='Spodosol'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-7537063669812736819</id><published>2009-10-09T22:18:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T23:35:17.089-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Pertanian konvensional dan Pertanian Lahan Kering</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StAXPCzF8_I/AAAAAAAAAFQ/yLp7Mm3d6V0/s1600-h/GMIT-4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 226px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StAXPCzF8_I/AAAAAAAAAFQ/yLp7Mm3d6V0/s320/GMIT-4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390834301179130866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Pertanian konvensional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengembangan sumber daya lahan merupakan konsekuensi dari usaha untuk mempertahankan kemampuan lahan dalam mendukung produktifitas tanaman. Kondisi tersebut erat kaitannya dengan dua hal penting, yaitu; produktifitas lahan dan produktifitas petani. Potensi produktivitas apabila dikelola dengan pola yang tepat, dan sebaliknya usaha kelola pertanian/usahatani akan memperoleh optimalisasi hasil, apabila didukung oleh kondisi lahan yang potensial.&lt;br /&gt;Faktor eksternal lingkungan yang merupakan gejala alam yang sulit diatasi, sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan proses produksi pertanian. Gejala umum yang sering terjadi dan menjadi kendala dalam produksi pertanian adalah terjadinya kemarau panjang atau kekeringan. Daerah yang relatif sering mengalami kekeringan adalah wilayah timur Indonesia (terutama NTT dan NTB). Selain itu, penggunaan lahan secara terus menerus, tanpa memperhatikan kebutuhan dan kemampuan lahan tersebut akan mengakibatkan semakin kurusnya/marjinalnya tanah tersebut.&lt;br /&gt;Kemampuan petani dalam mengelola usahataninya, pada saat ini cenderung semakin menurun, akibat dari dampak krisis ekonomi yang hingga kini masih dirasakan, sehingga pembiayaan bagi penyediaan sarana produksi dan proses produksi semakin menurun, dan selanjutnya menjadikan produktifitas padi semakin menurun dan akan mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan petani. Petani dan Masyarakat pedesaan yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Indonesia adalah golongan yang paling berkompeten untuk segera mendapatkan perhatian dan dukungan dari seluruh pihak, terutama melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi produktifitas pertanian, agar memperoleh peningkatan pendapatan dan kesejahteraannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanian Lahan Kering &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lahan kering sebagai salahsatu tipologi lahan usahatani yang diusahakan oleh petani, secara umum memiliki beberapa tipikal yang berubungan dengan ketersediaan air bagi tanaman, antara lain;&lt;br /&gt;1) memiliki sumber daya air yang terbatas,&lt;br /&gt;2) mengandalkan pada air hujan dan&lt;br /&gt;3) memiliki air tanah yang relatif dalam&lt;br /&gt;4) hilangnya air yang relatif cepat (fast-drain). Keterbatasan sumber air tersebut menjadikan daerah pertanian lahan kering sangat rawan terhadap kekeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan lahan kering menjadi areal sumber produksi pertanian secara umum, di dalam peruntukkannya telah dilindungi dalam Peraturan Pemerintah No. 46 tahun 1997 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Peraturan Pemerintah tersebut, pada dasarnya mendukung pembudidayaan tanaman di daerah lahan kering, dengan memperhatikan kepada;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) meningkatkan produktifitas tanaman,&lt;br /&gt;2) meningkatkan fungsi perlindung-an/pelestarian lahan,&lt;br /&gt;3) meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan&lt;br /&gt;4) memperluas/menciptakan kesempatan kerja.&lt;br /&gt;Pada pertanian lahan kering, kondisi yang merugikan tersebut, akan semakin menjadikan marjinalnya lahan tersebut, dan mengakibatkan lahan menjadi kritis.&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-7537063669812736819?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/7537063669812736819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/pertanian-konvensional-dan-pertanian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/7537063669812736819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/7537063669812736819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/pertanian-konvensional-dan-pertanian.html' title='Pertanian konvensional dan Pertanian Lahan Kering'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/StAXPCzF8_I/AAAAAAAAAFQ/yLp7Mm3d6V0/s72-c/GMIT-4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-2565353901914315532</id><published>2009-10-09T21:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T23:35:17.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Pertanian Terpadu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertanian Terpadu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertanian konvensional dengan sistem monokultur dianggap dapat memberikan hasil produksi yang maksimal. Nyatanya, sistem monokultur dalam jangka panjang justru boros energi. Mungkinkah pertanian terpadu menjadi solusinya?&lt;br /&gt;Dikutip dari artikel dalam jurnal Agronomi yang terbit Maret-April 2007, ketersediaan energi dan perubahan iklim menjadi tantangan baru dalam dunia pertanian. Sistem pertanian industri yang selama ini menerapkan metode monokultur dan penggunaan input dari luar seperti pupuk kimiawi dan pestisida kimia dalam jangka panjang justru menurunkan hasil produksi dan daya dukung lingkungan.&lt;br /&gt;Dalam laporan Persatuan Bangsa-Bangsa yang berjudul “Millenium Ecosystem Assessment Synthesis Report” 2005 lalu, diperkirakan permintaan akan pangan meningkat 70-85 persen dalam 50 tahun ke depan. Sedangkan permintaan akan air bersih meningkat antara 30-85 persen.&lt;br /&gt;“Jika kita dapat menjalankan sistem pertanian yang lebih hemat energi, lebih adaptif terhadap perubahan iklim, dan mulai mengganti sistem monokultur dengan pertanian diversifikasi, segala keuntungan ekonomi yang nanti didapat ini bisa menjadi dorongan bagi petani untuk beralih ke pertanian yang lebih kompleks,” ujar Kirschenmann, peneliti yang menulis paper mengenai pertanian dan perubahan iklim.&lt;br /&gt;Ia menambahkan, untuk mengatasi ini dibutuhkan pertanian yang lebih hemat energi, mempertahankan keanekaragaman hayati pertanian serta mampu mencapai produksi optimum melalui diversifikasi produk meski dalam lahan yang terbatas. Ciri ini dimiliki oleh pertanian terpadu dan organik.&lt;br /&gt;Hal senada diungkapkan Indro Surono, pegiat dan Inspektor Pertanian Organik yang telah aktif berkegiatan di bidang pertanian organik selama lebih dari 10 tahun. Indro menjelaskan, menurut sebuah riset yang dilakukan di Swiss selama 20 tahun, penerapan pertanian organik dan pertanian terpadu lebih hemat energi.&lt;br /&gt;“Dengan pertanian terpadu dan pertanian organik ada pengikatan bahan organik di dalam tanah dan penyerapan karbon lebih rendah dibanding pertanian konvensional yang pakai pupuk nitrogen dan sebagainya,” kata Indro.&lt;br /&gt;Penggunaan pupuk kimiawi tersebut terlalu mengikat karbon sehingga lebih menguras energi. Maka menurut hasil penelitian tersebut, Pertanian Organik dan Terpadu berkontribusi pada pengurangan pemakaian karbon.&lt;br /&gt;Dihubungi terpisah, Noviansyah, Deputi Direktur PT Masasi Indonesia yang bergerak di bidang akses pasar dan pelatihan agribisnis mengatakan bahwa pertanian terpadu dan organik lebih baik karena lebih hemat energi dan menjaga rantai energi agar tidak terputus mulai dari budidaya, panen dan pasca panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber Penghasilan Beragam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selain hemat energi, keunggulan lain dari pertanian terpadu dan organik adalah petani akan memiiki beragam sumber penghasilan. Sistem Pertanian terpadu memperhatikan diversifikasi tanaman dan polikultur. Seorang petani bisa menanam padi dan bisa juga beternak kambing atau ayam dan menanam sayuran.&lt;br /&gt;Kotoran yang dihasilkan oleh ternak dapat digunakan sebagai pupuk sehingga petani tidak perlu membeli pupuk lagi. Jika panen gagal, petani masih bisa mengandalkan daging atau telur ayam, atau bahkan menjual kambing untuk mendapatkan penghasilan.&lt;br /&gt;“Dengan demikian tidak hanya andalkan satu sumber penghasilan. Monokultur riskan terhadap hama karena sebabkan hama senang. Dengan polikultur ada keseimbangan biologis, musuh ada kawan sehingga serangan hama tidak begitu banyak,” ujar Novi yang pernah aktif sebagai aktivis pertanian berkelanjutan.&lt;br /&gt;Selain itu limbah pertanian juga dapat dimanfaatkan dengan mengolahnya menjadi biomassa. Bekas jerami, batang jagung dan tebu memiliki potensi biomas yang besar.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks program Bimas, kinerja subsidi pertanian terpadu direfleksikan oleh keberhasilan pelaksanaan kredit program. Kredit program pada hakekatnya merupakan instrumen strategis dalam upaya peningkatan produksi melalui program intensifikasi (Soentoro, et.al., 1992). Tingkat bunga yang rendah dan prosedur yang relatif mudah mendorong petani dalam penerapan teknologi yang dianjurkan. Kredit program berfungsi sebagai pemacu adopsi teknologi baru, dan efektif sebagai penunjang program peningkatan produksi khususnya bagi petani golongan ekonomi lemah.&lt;br /&gt;Kredit program pertanian merupakan instrumen kebijakan yang strategis di dalam memacu dan memantapkan pertumbuhan sektor pertanian. Hal ini direfleksikan oleh keterkaitan penyaluran kredit program dengan perluasan areal intensifikasi dan pertumbuhan sektor pertanian (Hermanto, 1992). Analisis empiris juga menunjukkan bahwa kredit intensifikasi merupakan elemen penting dan strategis sebagai suatu perangkat kebijakan swasembada pangan. Peran ini akan semakin mantap bila dapat dilakukan koreksi terhadap struktur kredit program yang didominasi olen kredit tanaman pangan, khususnya untuk tanaman padi.&lt;br /&gt;Struktur yang ada dinilai tidak kondusif dalam mendorong implementasi program diversifikasi pertanian. Untuk mendorong program diversifikasi pertanian, perlu dilakukan realokasi kredit program ke usahatani non padi. Realokasi ini perlumemperhatikan perkembangan pola permintaan petani terhadap jenis dan jumlah kredit usahatani.&lt;br /&gt;Partisipasi petani dalam pemanfaatan kredit program didominasi oleh petani dengan kemampuan berswadana yang rendah. Kredit program dibutuhkan sebagai pelengkap kebutuhan modal kerja dalam penterapan teknologi anjuran (Sumaryanto, 1992).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih spesifik, faktor-faktor utama yang berpengaruh nyata terhadap keputusan petani dalam pemanfaatan KUT adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Luas pemilikan sawah: semakin sempit luas sawah milik, kecenderungan untuk meminjam KUT semakin tinggi; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Keikutsertaan dalam kelompok tani: semakin lama waktu keikutsertaan, semakin tinggi keinginan untuk memanfaatkan KUT; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Partisipasi petani dalam program intensifikasi semakin mendorong motivasi petani&lt;/li&gt;&lt;li&gt;untuk mengajukan KUT; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;(d) Resiko kegagalan usahatani dan rendahnya kemampuan pemupukan modal mendorong petani memanfaatkan KUT dalam rangka menjamin perolehan sarana roduksi pertanian.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran KUT dalam pembangunan subsektor tanaman pangan masih sangat dibutuhkan, baik sebagai bantuan permodalan petani maupun sebagai pemacu adopsi teknologi (Waluyo dan Djauhari, 1992). Di daerah dengan tingkat persepsi terhadap teknologi sudah tinggi, KUT lebih banyak berfungsi sebagai bantuan permodalan. Pada daerah seperti ini, peran petani dalam penyusunan RDKK agar lebih ditonjolkan, sehingga paket KUT yang diterima sesuai dengan&lt;br /&gt;kebutuhan petani. Sedangkan pada daerah rintisan, KUT lebih berfungsi sebagai pemacu adopsi teknologi.&lt;br /&gt;Dalam konteks perencanaan subsidi pertanian terpadu, perlu diketahui kendala penyaluran dan pengembalian KUT (Waluyo dan Djauhari, 1992) sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kualitas KUD peserta KUT yang masih rendah; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Eksistensi kelompok tani yang lemah; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pembuatan RDKK yang tidak murni dan tidak transparan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Keterlambatan pencairan KUT sehingga tidak efektif dalam pemanfaatannya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Konsekwensinya adalah mekanisme kontrol dalam pengambilan KUT ternyata masih membutuhkan banyak penyempumaan. Kemungkinan penyaluran KUT langsung kepada kelompok tani dengan eksistensi dan kinerja yang relatif kuat, dinilai layak untuk dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-2565353901914315532?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/2565353901914315532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/pertanian-terpadu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/2565353901914315532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/2565353901914315532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/pertanian-terpadu.html' title='Pertanian Terpadu'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-6478850686574729302</id><published>2009-10-09T21:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T23:35:17.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Pengelolaan Lahan Kering</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                Lahan kering mempunyai potensi yang cukup luas untuk dikembangkan, dengan luas yang mencapai 52,5 juta ha (Haryati, 2002) untuk seluruh indonesia maka pengembangan sangat perlu dilakukan. Menurut Simposium Nasional tentang Lahan Kering di Malang (1991) penggunaan lahan untuk lahan kering berturut adalah sebagai berikut: hutan rakyat, perkebunan, tegalan, tanah yang sedang tidak diusahakan, ladang dan padang rumput.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                Pemanfaatan lahan kering untuk kepentingan pembangunan daerah ternyata banyak menghadapi masalah dan kendala. Masalah yang utama adalah masalah fisik lahan kering banyak yang telah rusak atau mempunyai potensi yang cukup besar untuk menjadi rusak. Sehingga paket teknologi yang berorientasi pada perlindungan lahan kering sangat diperlukan. Kekurangan air pada saat musim kemarau, kahat unsur hara serta keadaan tanah yang peka terhadap erosi merupakan kendala lingkungan yang paling dominan di kawasan lahan kering.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                Masalah utama lain yang harus dihadapi didalam pemanfaatan lahan kering ini adalah keadaan sosial ekonomi petani atau masyarakat yang menggunakan lahan kering sebagai tempat usahanya. Pendapatan keluarga yang rendah serta kemiskinan dibanyak tempat berkolerasi positif dengan uasaha tani di lahan kering.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                Rendahnya produktivitas lahan kering, selain disebabkan oleh tingkat kesuburan tanah yang rendah, juga disebabkan oleh rendahnya intensitas indeks pertanaman karena kebutuhan air tidak tersedia sepanjang tahun.  Untuk meningkatkan produktivitas lahan kering masam, maka selain pengapuran dan pemupukan dapat dilakukan dengan optimalisasi pola tanam, yang selain dapat meningkatkan intensitas indeks pertanaman, juga dapat mengurangi aliran permukaan/erosi, dan evaporasi tanah oleh adanya penutupan tanaman dan sisa hasil panen yang dapat berfungsi sebagai mulsa  dan menambah bahan organik tanah.  &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karaktaristik dan Ciri-ciri Lahan Kering &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik umum mengenai sumberdaya lahan dan iklim dari kawasan ini yang berhubungan dengan sistem usahatani setempat antara lain : jumlah curah hujan yang sangat rendah (700 – 1500 mm/tahun); jumlah bulan kering sangat panjang (8 – 9 bulan/ Maret – November); sifat curah hujan yang eratik dalam bulan basah (hujan yang tidak merata, namun pada waktu tertentu mengalami jumlah curah hujan yang sangat tinggi dan dapat menimbulkan banjir/genangan yang tidak menguntungkan bagi usahatani); suhu harian yang rata-rata antara 30 sampai 32°C; topografi yang berbukit sampai bergunung; memiliki tanah-tanah muda (ultisol dan inseptisol) yang bersolum tipis dan sering disebut tanah berpersoalan atau problem soils (Sudjadi, 1984). Meskipun potensi tanahnya rendah, akan tetapi karena potensi luasnya sangat besar di 17 desa dampingan program PIDRA bagaimanapun juga harus dipandang sebagai suatu asset daerah yang perlu diperhatikan dan dimanfaatkan.&lt;br /&gt;Ciri-ciri usahatani lahan kering adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;produktifitas yang sangat rendah; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;tanaman yang ditanam adalah jagung, padi ladang,ubi-ubian dan kacang-kacangan (umumnya jagung merupakan tanaman utama);&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mixed cropping sebagai strategi antisipasi gagal panen; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;teknologi berasaskan low input; budidaya yang tradisional (manual); &lt;/li&gt;&lt;li&gt;penguasaan lahan yang terbatas karena kendala tenaga kerja; serta &lt;/li&gt;&lt;li&gt;cenderung menerapkan ladang berpindah yang berotasi sebagai upaya penyembuhan lahan secara tradisonal ( Basuki, 2005 dan Notohadiprawiro, 1989). &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Komplikasi antara dari sifat alamiah kondisi biofisik wilayah serta keadaan usahatani yang telah disebutkan, maka profil usahatani lahan kering dapat ditemui sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;menanam pada lahan-lahan miring yang rentan terhadap kualitas tanah; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; persiapan lahan yang didahului dengan pembakaran lahan atau istilah lokal “ Kono”; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; menanam tanpa olah tanah;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; sering mengalami gagal panen akibat kekeringan; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; musim tanam hanya sekali setahun (antara bulan Desembar dan Maret) &lt;/li&gt;&lt;li&gt; serta menggunakan varietas lokal secara turun-temurun.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-6478850686574729302?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/6478850686574729302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/pengelolaan-lahan-kering.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/6478850686574729302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/6478850686574729302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/10/pengelolaan-lahan-kering.html' title='Pengelolaan Lahan Kering'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-8947663931969203425</id><published>2009-04-08T06:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T22:05:08.595-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>ILMU UKUR TANAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SdyuPY6BcXI/AAAAAAAAAE4/JFB-cTg-_p4/s1600-h/Foto883.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SdyuPY6BcXI/AAAAAAAAAE4/JFB-cTg-_p4/s320/Foto883.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322320439052169586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUANSurveying : suatu ilmu untuk menentukanposisi suatu titik di permukaan bumi&lt;br /&gt;Plane Surveying&lt;br /&gt;  Kelas pengukuran di mana permukaan bumi dianggap sebagai bidang datar, artinya adanya faktor kelengkungan bumi tidak diperhitungkan&lt;br /&gt;Geodetic Surveying&lt;br /&gt;  Kelas pengukuran di mana permukaan bumi dianggap sebagai bola, artinya adanya faktor kelengkungan bumi harus diperhitungkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang Lingkup Ilmu Ukur Tanah, meliputi : &lt;br /&gt;1. Pengukuran mendatar (horizontal)      penentuan posisi suatu titik secara mendatar&lt;br /&gt;2. Pengukuran tinggi (vertikal)     penentuan beda tinggi antar titik&lt;br /&gt;Implikasi Praktis pada Pekerjaan Teknik Sipil :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bangunan Gedung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Irigasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jalan Raya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kereta Api&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dan lain-lain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;BENTUK BUMI&lt;br /&gt;Permukaan bumi secara fisik sangatlah tidak teratur, sehingga untuk keperluan analisis dalam surveying, kita asumsikan bahwa permukaan bumi dianggap sebagai permukaan matematik yang mempunyai bentuk dan ukuran mendekati geoid, yaitu permukaan air laut rata-rata dalam keadaan tenang.&lt;br /&gt;Menurut akhli geologi, secara umum geoid tersebut lebih mendekati bentuk permukaan sebuah ellipsoida (ellips putar). Ellipsoida dengan bentuk dan ukuran tertentu yang digunakan untuk perhitungan dalam geodesi disebut ellipsoida referensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SdyuPXrRCrI/AAAAAAAAAFA/UAdDfJmMzEg/s1600-h/Picture1.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 198px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SdyuPXrRCrI/AAAAAAAAAFA/UAdDfJmMzEg/s320/Picture1.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322320438721841842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-8947663931969203425?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/8947663931969203425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/04/ilmu-ukur-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8947663931969203425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8947663931969203425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/04/ilmu-ukur-tanah.html' title='ILMU UKUR TANAH'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SdyuPY6BcXI/AAAAAAAAAE4/JFB-cTg-_p4/s72-c/Foto883.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-8644216455455425480</id><published>2009-03-27T07:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T22:07:14.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>IUT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SczjwzowKOI/AAAAAAAAAEg/IWF90j_m-I8/s1600-h/Foto891.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SczjwzowKOI/AAAAAAAAAEg/IWF90j_m-I8/s320/Foto891.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317875687652075746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ilmu ukur tanah&lt;/b&gt; adalah bagian dari ilmu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Geodesi" title="Geodesi"&gt;geodesi&lt;/a&gt; yang mempelajari cara-cara pengukuran di permukaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;bumi&lt;/a&gt; dan di bawah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah" title="Tanah"&gt;tanah&lt;/a&gt; untuk menentukan posisi relatif atau absolut titik-titik pada permukaan tanah, di atasnya atau di bawahnya, dalam memenuhi kebutuhan seperti pemetaan dan penentuan posisi relatif suatu daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Ukur Tanah (Plan Surveying) adalah bagian dari Ilmu Geodesi yang merupakan ilmu, seni dan teknologi untuk menyajikan informasi bentuk permukaan bumi baik unsur alam maupun unsur buatan manusia. Ilmu ukur tanah untuk bidang teknik sipil (bangunan gedung, jalan, jembatan dan bangunan air) memiliki kontribusi yang tidak kecil sebagai penyedia informasi spasial untuk perencanaan serta staking out bangunan. Ilmu ukur tanah membahas tentang konsep Ilmu Ukur Tanah, Teori kesalahan, Jenis pengukuran kerangka dasar vertikal, Jenis pengukuran kerangka kerangka dasar horisontal, Pengukuran Titik Detail, Pengolahan Data Sipat datar, Poligon dan Tachymetri, Sistem Koordinat dan Proyeksi Peta, Perhitungan Luas, Perhitungan "Cut" and "Fill", Pemetaan Digital dan Sistem Informasi Geografik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sczjwx9I49I/AAAAAAAAAEY/WzQjfOQiqls/s1600-h/Foto889.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sczjwx9I49I/AAAAAAAAAEY/WzQjfOQiqls/s320/Foto889.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317875687200711634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-8644216455455425480?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/8644216455455425480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/iut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8644216455455425480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8644216455455425480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/iut.html' title='IUT'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SczjwzowKOI/AAAAAAAAAEg/IWF90j_m-I8/s72-c/Foto891.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-5685696576400736816</id><published>2009-03-25T08:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T22:12:40.550-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Ilmu Ukur Tanah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScpTWusf_KI/AAAAAAAAAEQ/ppIc9BPQ7lI/s1600-h/Foto905.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScpTWusf_KI/AAAAAAAAAEQ/ppIc9BPQ7lI/s320/Foto905.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317153960021195938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScpTWGzE5bI/AAAAAAAAAEI/veNFkF7Wgmw/s1600-h/Foto878.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScpTWGzE5bI/AAAAAAAAAEI/veNFkF7Wgmw/s320/Foto878.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317153949311362482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat yang digunakan adalah Teodoloth, Water pass.&lt;br /&gt;Lokasi : Fakultas Pertanian Universitas Andalas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-5685696576400736816?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/5685696576400736816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/ilmu-ukur-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5685696576400736816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5685696576400736816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/ilmu-ukur-tanah.html' title='Ilmu Ukur Tanah'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScpTWusf_KI/AAAAAAAAAEQ/ppIc9BPQ7lI/s72-c/Foto905.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-9162257465781960846</id><published>2009-03-21T07:43:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T21:56:29.868-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto Soil Science'/><title type='text'>Soil Survey 4</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScT9sysW-bI/AAAAAAAAAD4/u5jp6IfzD0E/s1600-h/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28747%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScT9sysW-bI/AAAAAAAAAD4/u5jp6IfzD0E/s320/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28747%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315652406167927218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScT9sjkCt4I/AAAAAAAAADw/-z_KFbPJZQA/s1600-h/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28729%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScT9sjkCt4I/AAAAAAAAADw/-z_KFbPJZQA/s320/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28729%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315652402106513282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey ini di laksanakan di Kebum Percobaan Fakultas pertanian Universitas Andalas, Survey ini ber tujuan untuk mensurvey suatu tempat dan memetakanya. Mata Kuliah Survey ini merupakan mata kuliah wajib bagi anak Jurusan Tanah.&lt;br /&gt;Survey Tanah merupakan suatu kajian untuk memetakan Tanah di suatu tempat, dan pastinya survey ini harus bisa bagi anak Jurusan Tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mmmmm,, tentunya asik...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-9162257465781960846?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/9162257465781960846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/soil-survey-4.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/9162257465781960846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/9162257465781960846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/soil-survey-4.html' title='Soil Survey 4'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScT9sysW-bI/AAAAAAAAAD4/u5jp6IfzD0E/s72-c/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28747%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-5926909877652942305</id><published>2009-03-21T07:37:00.001-07:00</published><updated>2009-05-05T22:13:37.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto Soil Science'/><title type='text'>Soil Survey 3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScT8YMMatgI/AAAAAAAAADo/FqHEllgMWAc/s1600-h/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28727%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScT8YMMatgI/AAAAAAAAADo/FqHEllgMWAc/s320/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28727%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315650952724395522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScT8X8nFCmI/AAAAAAAAADg/6dmGuwTKE4w/s1600-h/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28724%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScT8X8nFCmI/AAAAAAAAADg/6dmGuwTKE4w/s320/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28724%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315650948541254242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-5926909877652942305?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/5926909877652942305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/soil-survey-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5926909877652942305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5926909877652942305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/soil-survey-3.html' title='Soil Survey 3'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScT8YMMatgI/AAAAAAAAADo/FqHEllgMWAc/s72-c/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28727%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-3064179873568845256</id><published>2009-03-20T07:08:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T22:13:37.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto Soil Science'/><title type='text'>Soil Survey 2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScOkIMEVXkI/AAAAAAAAADY/CW_nJSElJ90/s1600-h/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28745%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScOkIMEVXkI/AAAAAAAAADY/CW_nJSElJ90/s320/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28745%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315272445812629058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScOkINIYAVI/AAAAAAAAADQ/6RTyB8ndXNg/s1600-h/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28725%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScOkINIYAVI/AAAAAAAAADQ/6RTyB8ndXNg/s320/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28725%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315272446098014546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-3064179873568845256?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/3064179873568845256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/soil-survey-2.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/3064179873568845256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/3064179873568845256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/soil-survey-2.html' title='Soil Survey 2'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScOkIMEVXkI/AAAAAAAAADY/CW_nJSElJ90/s72-c/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28745%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-8262779045069582117</id><published>2009-03-20T06:47:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T22:13:37.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Foto Soil Science'/><title type='text'>Soil Survey 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScOhsHYyFGI/AAAAAAAAADI/IrRZdNGq2jk/s1600-h/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28711%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScOhsHYyFGI/AAAAAAAAADI/IrRZdNGq2jk/s320/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28711%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315269764496626786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScOhsHb4gYI/AAAAAAAAADA/2e5AC9i2xAY/s1600-h/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28699%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScOhsHb4gYI/AAAAAAAAADA/2e5AC9i2xAY/s320/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28699%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315269764509630850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScOhMKuvPMI/AAAAAAAAAC4/X13Ht7XlWIg/s1600-h/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28699%29.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-8262779045069582117?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/8262779045069582117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/soil-survey-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8262779045069582117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8262779045069582117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/soil-survey-1.html' title='Soil Survey 1'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/ScOhsHYyFGI/AAAAAAAAADI/IrRZdNGq2jk/s72-c/Ceiiileh.+.+.+06+s+007%28711%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-151893588519597751</id><published>2009-03-15T03:26:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T22:18:11.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Tekstur Tanah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tekstur Tanah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sbzgfple1aI/AAAAAAAAACI/2CRVkZtQgHw/s1600-h/segi-3-tekstur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 254px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sbzgfple1aI/AAAAAAAAACI/2CRVkZtQgHw/s320/segi-3-tekstur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313368494733972898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tekstur Tanah adalah Perbandingan relatif (%) fraksi Pasir, Debu dan Liat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pasir  : 2  -  0.05 mm&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Debu : 0.05 - 0.002 mm&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Liat   :  &lt; 0.002 mm&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-151893588519597751?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/151893588519597751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/tekstur-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/151893588519597751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/151893588519597751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/tekstur-tanah.html' title='Tekstur Tanah'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sbzgfple1aI/AAAAAAAAACI/2CRVkZtQgHw/s72-c/segi-3-tekstur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-8568805826484003311</id><published>2009-03-06T23:49:00.000-08:00</published><updated>2009-05-05T22:18:11.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Horizon Tanah</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SbJCgcCdnzI/AAAAAAAAABg/e32kseF_m1M/s1600-h/surveyor-1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310380035673005874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SbJCgcCdnzI/AAAAAAAAABg/e32kseF_m1M/s320/surveyor-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;Horizon Tanah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tanah Horizons (lapisan): Tanah terdiri dari lapisan berbeda horisontal, pada lapisan yang disebut horizons. Mereka mulai dari kaya, organik lapisan atas (humus dan tanah) ke lapisan yang rocky (lapisan tanah sebelah bawah, dan regolith bedrock).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310360629488094818" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 242px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SbIw22XbjmI/AAAAAAAAABY/Lc9WHDW-clI/s320/soillayers.GIF" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;O Horizon - Bagian atas, lapisan tanah organik, yang terdiri dari humus daun dan alas (decomposed masalah organik).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;A Horizon - juga disebut lapisan tanah, yang ditemui di bawah cakrawala O dan E di atas cakrawala. Bibit akar tanaman tumbuh dan berkembang dalam lapisan warna gelap. Itu terdiri dari humus (decomposed masalah organik) dicampur dengan partikel mineral.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;E Horizon - Ini eluviation (leaching) adalah lapisan warna terang dalam hal ini adalah lapisan bawah dan di atas A Horizon B Horizon. Hal ini terdiri dari pasir dan lumpur, setelah kehilangan sebagian besar dari tanah liat dan mineral sebagai bertitisan melalui air tanah (dalam proses eluviation).&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;B Horizon - juga disebut lapisan tanah sebelah bawah - ini adalah lapisan bawah dan di atas E Horizon C Horizon. Mengandung tanah liat dan mineral deposit (seperti besi, aluminium oxides, dan calcium carbonate) yang diterima dari lapisan di atasnya ketika mineralized bertitisan air dari tanah di atas.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;C Horizon - juga disebut regolith: di lapisan bawah dan di atas Horizon B R Horizon. Terdiri dari sedikit rusak bedrock-up. Tanaman akar tidak menembus ke dalam lapisan ini, sangat sedikit bahan organik yang ditemukan di lapisan ini.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;R Horizon - The unweathered batuan (bedrock) yang lapisan bawah semua lapisan lainnya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Tanah dalam Bahasa Inggris disebut soil, menurut Dokuchaev: tanah adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang merupakan bagian paling atas dari kulit bumi.&lt;br /&gt;Kata ”tanah” seperti banyak kata umum lainnya, mempunyai beberapa pengertian. Dalam pengertian tradisional tanah adalah medium alami untuk pertumbuhan tanaman daratan, tanpa memperhitungkan tanah tersebut mempunyai horizon yang keliatan atau tidak. Pengertian ini masih merupakan arti yang paling umum dari kata tersebut, dan perhatian yang terbesar pada tanah terpusat pada pengertian ini. Orang menganggaptanah adalah penting, oleh karena tanah mendukung kehidupan tanam-tanaman yang memaso pangan, serat, obat-obatan, dan berbagai keperluan lain manusia, juga karena mampu menyaring air serta mendaur ulang limbah. Tanah menutupi permukaan bumi sebagai lapisan yang sambung menyambung, terkecuali pada batuan tandus, pada wilayah yang terus menerus membeku, atau tertutup air dalam, atau pada lapisan es terbuka suatu glester. Dalam pengertian ini, tanah memiliki suatu ketebalan yang ditentukan oleh kedalaman akar tanaman.&lt;br /&gt;Tanah merupakan suatu benda alam yang tersusun dari padatan (bahan mineral dan bahan organik), cairan dan gas, yang menempati permukaan daratan, menempati ruang, dan dicirikan oleh salah satu atau kedua berikut: horison-horison, atau lapisan-lapisan, yang dapat dibedakan dari bahan asalnya sebagai hasil dari suatu proses penambahan, kehilangan, pemindahan dan transformasi energi dan materi, atau berkemampuan mendukung tanaman berakar di dalam suatu lingkungan alami (Soil Survey Staff, 1999).&lt;br /&gt;Schoeder (1972) mendefinisikan tanah sebagai suatu sistem tiga fase yang mengandung air, udara dan bahan-bahan mineral dan organik serta jasad-jasad hidup, yang karena pengaruh berbagai faktor lingkungan pada permukaan bumi dan kurun waktu, membentuk berbagai hasil perubahan yang memiliki ciri-ciri morfologi yang khas, sehingga berperan sebagai tempat tumbuh bermacam-macam tanaman. gambar di bawah adalah gambar faktor pembentuk tanah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310381879013279778" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 233px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SbJELvBCCCI/AAAAAAAAABo/-cynDEs5s5o/s320/faktorpembentuktanahog2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Menurut Jooffe dan Marbut (1949), dua orang ahli Ilmu Tanah dari Amerika Serikat, Tanah adalah tubuh alam yang terbentuk dan berkembang sebagai akibat bekerjanya gaya-gaya alam terhadap bahan-bahan alam dipermukaan bumi. Tubuh alam ini dapat berdiferensiasi membentuk horizon-horizon mieneral maupun organik yang kedalamannya beragam dan berbeda-beda sifat-sifatnya dengan bahan induk yang terletak dibawahnya dalam hal morfologi, komposisi kimia, sifat-sifat fisik maupun kehidupan biologinya. Ada tiga hal penting yang dari definisi ini:&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tanah itu terbentuk dan berkembang dari proses-proses alami&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Adanya diferensiasi profil tanah membentuk horizon-horizon&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terdapat perbedaan yang menyolok antara sifat-sifat bahan induk dengan horizon-horizon tanah yang terbentuk terutama dalam hal morfologi, kimiafi, fisik dam biologinya. Gambar di bawah adalah gambar tingkat-tingkat perkembangan tanah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310383180232622578" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 218px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SbJFXeb5gfI/AAAAAAAAAB4/7Gg0vaXelHo/s320/tingkatperkembangantanaxq0.jpg" border="0" /&gt; &lt;p&gt;Darmawijaya (1990) mendefinisikan tanah sebagai akumulasi tubuh alam bebas, menduduki sebagain besar permukaan palnet bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula.&lt;br /&gt;Batas atas dari tanah adalah batas antara tanah dan udara, air dangkal, tumbuhan hidup, taua bahan tumbuhan yang belum mulai terlapuk. Wilayah yang diannggap tidak mempunyai tanah, apabila permukaan secara permanen tertutup oleh air yang terlalui dalam (secara tipikal lebih dari 2.5 m) untuk pertumbuhan tanam-tanaman berakar. Batas horizontal tanah adalah wilayah dimana tanah berangsur beralih kedalam, area-area tandus, batuan atau es.&lt;br /&gt;Batas bawah yang memisahkan dari bahan bukan tanah yang terletak dibawahnya, adalah yang paling sulit ditetapkan. Tanah tersusun dari horizon-horizon dekat permukaan bumi yang berbeda kontras tehadap bahan induk di bawahnya, telah mengalamiperubahan interaksi antara iklim, relief dan jasad hidup selama waktu pembentukannya. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-8568805826484003311?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/8568805826484003311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/horizon-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8568805826484003311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/8568805826484003311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/horizon-tanah.html' title='Horizon Tanah'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SbJCgcCdnzI/AAAAAAAAABg/e32kseF_m1M/s72-c/surveyor-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-6142307559884966234</id><published>2009-03-02T07:45:00.000-08:00</published><updated>2009-05-05T22:18:11.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Sejarah Ilmu Tanah di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sav_mslnmtI/AAAAAAAAABI/U0cJI_4Sdgs/s1600-h/soil-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 229px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sav_mslnmtI/AAAAAAAAABI/U0cJI_4Sdgs/s320/soil-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308617626055318226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;b&gt;Sejarah ilmu tanah di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ilmu tanah di Indonesia Pertama diajarkan di Fakultas Pertanian Universitas Indonesia (merupakan kelanjutan dari Lanbouw Hogeschool yang didirikan 1940) oleh staf pengajar dari Belanda Prof. Dr. Ir. F.A. van Baren (pakar agrogeologi dan mineralogi) dan Prof. Dr. H.J. Hardon (pakar ilmu tanah dan kesuburan tanah). Kemudian digantikan oleh Drs. F.F.F.E. van Rummelen dan Dr. J. van Schuylenborgh. Akibat nasionalisasi, sejak tahun 1957 digantikan oleh Drs. Manus dan Dr. Ir. Tan Kim Hong. Penelitian tanah di Indonesia mulai saat Indonesia masih dalam kekuasaan kolonial Belanda oleh Dr. E.C.Jul. Mohr (1873–1970). Dr. Mohr yang bertugas di Indonesia sebagai kepala Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat Laboratorium Voor Agrogeologie en Grond Onderzoek di Bogor telah menjalankan survai di Indonesia sejak tahun 1920. Beliau menerbitkan bukunya tahun 1933:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Mohr, E.C.J., 1933. De Bodem der Tropen in het Algemeen, en die van Nederlandsch-Indie in het Bijzonder. (Tanah-tanah di Daerah Tropis, dengan rujukan khusus di Hindia Belanda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tersebut memaparkan iklim dan komposisi tanah di berbagai tempat di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Timor, Papua, Maluku, Halmahera, Kalimantan dan Sulawesi, disempurnakan dan diedarkan kembali:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Mohr, E.J.C., van Baren, F.A. and van Schuylenborgh, J., 1972. Tropical soils: a comprehensive study of their genesis. 3rd edition. Mouton – Ichtiar Baru – van Hoeve, The Hague.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini masih menjadi rujukan bagi pakar tanah di daerah tropis sampai sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-6142307559884966234?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/6142307559884966234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/sejarah-ilmu-tanah-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/6142307559884966234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/6142307559884966234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/sejarah-ilmu-tanah-di-indonesia.html' title='Sejarah Ilmu Tanah di Indonesia'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sav_mslnmtI/AAAAAAAAABI/U0cJI_4Sdgs/s72-c/soil-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-2217753367360925950</id><published>2009-03-02T07:28:00.000-08:00</published><updated>2009-05-05T22:18:11.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Ilmu Tanah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sav8fUKbR0I/AAAAAAAAABA/frWF_GfZnUY/s1600-h/S5030051.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sav8fUKbR0I/AAAAAAAAABA/frWF_GfZnUY/s320/S5030051.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308614200704845634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ilmu tanah&lt;/b&gt; adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk tanah. Tanah adalah lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang membentuk kerak bumi) and atmosfer. Tanah adalah tempat tumbuhnya tanaman dan mendukung hewan dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahli Ilmu tanah, Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swis yang bekerja di Amerika Serikat, dalam bukunya Factors of Soil Formation (1941) mengajukan konsep pembentukan tanah sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;S = f(cl, o, r, p, t)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S adalah Soil (Tanah), cl = climate (iklim), o = organism, r = relief (topografi), p = parent material (bahan induk atau batuan), t = time (waktu).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-2217753367360925950?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/2217753367360925950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/ilmu-tanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/2217753367360925950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/2217753367360925950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/03/ilmu-tanah.html' title='Ilmu Tanah'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sav8fUKbR0I/AAAAAAAAABA/frWF_GfZnUY/s72-c/S5030051.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-5220294979516833250</id><published>2009-02-28T03:26:00.000-08:00</published><updated>2009-05-05T22:18:11.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Ekstraksi asam humat dari batubara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sakf_Gwh5FI/AAAAAAAAAA4/csY36BKVZ34/s1600-h/soil-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sakf_Gwh5FI/AAAAAAAAAA4/csY36BKVZ34/s320/soil-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307808804839220306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Batubara digiling halus dengan menggunakan lumpang porselen, kemudian diayak dengan kehalusan 63µm. Hasil ayakan diambil 2 gr untuk setiap sampel masukkan kedalam tabung sentrifuse yang telah diketahui beratnya, lalu ditambahkan 10 ml larutan 0,5 N NaOH, kocok dengan horizontal skalar selama 30 menit lalu disentrifuse selama 15-30 menit ( sampai larutan terpisah ) dengan kecepatan 4000 rpm, hasil ekstrakkan dituangkan kedalam labu ukur 100 ml melalui saringan kertas filter no 42 yang telah diketahui beratnya. Setelah disaring tambahkan lagi H2O 10 ml kedalam endapan batubara, kocok, sentifus dengan waktu yang sama, dilakukan berulang kali hingga ekstrakkan menjadi jernih atau sampai sisa batubara tercuci bersih. Setelah itu cuci kertas filter dengan H2O hingga bersih, hasil cucian dicampurkan dengan volume cairan dalam labu ukur hingga 100 ml. Untuk mengetahui berat bahan humat keringkan tabung bersama sisa batubara kedalam oven dengan suhu 40oC selama 48 jam ( berat awal  – sisa batubara ).&lt;br /&gt; Bahan humat yang telah terekstrak dititrasi dengan HCl 0,1 N hingga pH dibawah 5 ( hingga terlihat endapan ), lalu kocok selama 30 menit, sentrifus 30 menit dengan kecepatan 4500 rpm. Larutan ( Asam fulfat) pindahkan ke gelas piala 100 ml. Tabung dan larutan yang mengendap (Asam humat) setelah dicuci air dikeringkan 40oC selama 48 jam, lalu tetapkan berat asam humat. Asam humat beserta tabung dititrasi dengan NaOH hingga pH 7 , lalu dikocok , tuangkan kelabu ukur cuci dengan H2O hingga volume 100 ml. Hitung kebutuhan asam humat untuk penelitian pada tiap pot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persiapan Tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sample tanah diambil pada kedalaman 0cm- 20cm di daerah Padang sianta  Kabupaten 50 kota. Tanah dikering anginkan, kemudian diayak dengan ayakan 2 mm, setelah diayak sampel diaduk secara sempurna. Sampel tanah yang telah diayak ini dimasukkan kedalam pot/ember plastik masing-masingnya 4 kg/pot setelah kering mutlak, dengan jumlah pot adalah 75 pot dilakukan tiga kali ulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;%Kadar Air  =  Bobot tanah kering udara – bobot kering tetap   X 100&lt;br /&gt;             Bobot kering tetap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KKAKA        =  1 + % Kadar Air&lt;br /&gt;Kebutuhan tanah/pot    =  Tanah kering mutlak X KKAKKA&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-5220294979516833250?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/5220294979516833250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/02/ekstraksi-asam-humat-dari-batubara.html#comment-form' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5220294979516833250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/5220294979516833250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/02/ekstraksi-asam-humat-dari-batubara.html' title='Ekstraksi asam humat dari batubara'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/Sakf_Gwh5FI/AAAAAAAAAA4/csY36BKVZ34/s72-c/soil-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-7060983264249083309</id><published>2009-02-28T03:23:00.000-08:00</published><updated>2009-05-05T22:18:11.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Asam humat dan karakteristiknya</title><content type='html'>Asam humat merupakan hasil akhir proses dekomposisi bahan organik yang mempunyai berat molekul tinggi (22 000 – 230 000), berwarna hitam kecoklatan, relatif tahan terhadap degradasi serta mengandung muatan negatif yang dapat dipengaruhi  pH (Herviyanti, 2007 dalam Stevenson, 1994).&lt;br /&gt;Menurut Alimin, 2001 dalam Swift, 1989 bahwa asam humat merupakan bahan makromolekul polielektrolit yang memiliki gugus fungsional seperti –COOH,  -OH fenolat, maupun –OH alkoholat sehingga asam humat memiliki peluang untuk membentuk kompleks dengan ion logam karena gugus ini dapat mengalami deprotonasi pada pH yang relatif tinggi. Deprotonasi gugus-gugus fungsional asam humat akan menurunkan kemampuan pembentukan ikatan hidrogen, baik antar molekul maupun sesama molekul dan meningkatkan jumlah muatan negatif gugus fungsional asam humat.&lt;br /&gt;Asam humat merupakan komponen organik, yang dapat terdisosiasi menjadi ion yang aktif serta bersifat koloidal dan relatif stabil.  Asam humat memiliki peranan besar dalam memperbaiki tingkat kesuburan tanah, baik secara kimia, fisika, dan biologi tanah. Asam humat dapat memperbaiki  struktur tanah, meningkatkan kapasitas memegang air tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah, serta dapat menurunkan kelarutan unsur yang dapat meracun seperti Fe, Al. Asam humat mempunyai muatan negatif dan gugus fungsionalnya (karboksil dan hidroksil) yang menyebabkan terikatnya kation-kation logam seperti Fe, membentuk senyawa khelat atau komplek organo logam, sehingga aktifitas logam didalam tanah dapat berkurang (Stevenson, 1994 dan Tan, 2003)&lt;br /&gt;Menurut hasil penilitian Herviyanti (2007) peningkatan takaran asam humat dari tanah gambut dan kompos jerami padi meningkatkan KTK tanah, hal ini dikarenakan semakin besar takaran asam humat maka sumbangan gugus fungsional dari karboksil (-COOH) dan fenolat (-OH) semakin besar, yang merupakan sumber muatan negatif. Dengan meningkatnya muatan negatif maka KTK tanah menjadi meningkat.  Nilai KTK tanah akibat pemberian perlakuan asam humat termasuk dalam kriteria sedang (&lt;17 – 24 c mol kg-1) sampai tinggi (25 – 40 c mol kg-1)&lt;br /&gt;Pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan tanaman telah diketahui cukup lama, keuntungan utama dihasilkan secara tidak langsung melalui perbaikan  sifat-sifat tanah seperti agregasi, aerasi, permeabilitas, dan kapasitas memegang air (Tan, 2003). Dari penelitian(Wallace dan Witenhand, 1980) bahwa senyawa asam humat dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman secara langsung dengan mempercepat proses respirasi, dengan meningkatkan permeabilitas sel, atau melalui kegiatan hormon pertumbuhan.&lt;br /&gt;Huang and Schnitzer ( 1997 ), menyatakan bahwa asam humat berbeda komposisi dan sifat kimianya dari asam fulvat, secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut : (a) asam humat dengan ciri-ciri : Kandungan unsur C 56,2 % ; Oksigen (O) 35,5 % ; N 3,2 % ; Hidrogen (H) 4,7 % ; Sulfur (S) 0,8 %. (b) asam fulvat dengan ciri-ciri : Kandungan unsur C 45,7 % ; Oksigen 44,8 % ; N 2,1 % ; Hidrogen (H)    5,4 % ; Sulfur (S) 1,9 %. Tan, (1995), menyatakan bahwa dari analisa dengan cara ESR (Elektron Spin Resonance), asam humat memiliki inti aromatik ( aromatik core) mengandung protein, polisakarida, fenol sederhana dan logam yang terikat secara fisik maupun kimia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-7060983264249083309?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/7060983264249083309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/02/asam-humat-dan-karakteristiknya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/7060983264249083309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/7060983264249083309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/02/asam-humat-dan-karakteristiknya.html' title='Asam humat dan karakteristiknya'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-3935320179296246040</id><published>2009-02-28T03:17:00.000-08:00</published><updated>2009-05-05T22:18:11.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Pembentukan Batubara</title><content type='html'>Batubara adalah mineral organik yang dapat terbakar, terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang mengendap yang selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun ( Raharjo, 2007 ). Unsur utama batubara terdiri dari karbon (C), hidrogen (H2), oksigen(O2). ( Wapedia, 2007 )&lt;br /&gt;Proses pembentukan batubara terdiri dari dua tahap yaitu tahap biokimia (penggambutan) dan tahap geokimia ( pembatubaraan). Tahap penggambutan adalah tahap dimana sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi tersimpan dalam kondisi reduksi di daerah rawa dengan sistem pengeringan yang buruk dan selalu tergenang air pada kedalaman 0,5 – 10 m. Material tumbuhan yang membusuk ini melepaskan H, N, O, dan C dalam bentuk senyawa CO2, H2O dan NH3 untuk menjadi humus. Selanjutnya oleh bakteri anaerobic dan fungi diubah menjadi gambut (Stach, 1982, dalam Susilawati 1992).&lt;br /&gt;Pembentukan batubara dimulai sejak periode pembentukan karbon dikenal sebagai zaman batubara pertama yang berlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahun yang lalu. Kualitas dari setiap endapan batubara ditentukan oleh suhu dan tekanan serta lama waktu pembentukan, yang disebut sebagai “maturitas organik”. Proses awalnya, endapan tumbuhan berubah menjadi gambut (peat) dan selanjutnya berubah menjadi lignite atau disebut batubara cokelat. Setelah mendapat pengaruh suhu dan tekanan yang terus menerus selama jutaan tahun, maka lignite akan mengalami perubahan secara bertahap menambah muturitas organiknya dan mengubah menjadi (sub-bituminus) . Perubahan kimiawi dan fisika terus berlangsung hingga batubara menjadi lebih keras dan warnanya lebih hitam seingga membentuk bittuminus atau antrasit ( Raharjo, 2007)&lt;br /&gt;Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas, dan waktu, batubara umumnya dibedakan dalam lima kelas,yakni,:&lt;br /&gt;1.    Antrasit adalah kelas batubara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86%-98% unsur (C) dengan kadar air kurang dari 8%&lt;br /&gt;2.    Bituminus mengandung 68%-86% unsur  (C) dan berkadar air 8% - 10% dari beratnya.&lt;br /&gt;3.    Subbituminus mengandung sedikit  (C) dan banyak air, karena itu menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan Bituminus.&lt;br /&gt;4.    Lignit atau batubara cokelat adalah batubara yang lunak yang mengandung air 35%-75% dari beratnya.&lt;br /&gt;5.    Gambut, berpori dan memiliki kadar air diatas 75% serta nilai kalori yang paling rendah  (Wapedia,2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-3935320179296246040?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/3935320179296246040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/02/pembentukan-batubara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/3935320179296246040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/3935320179296246040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/02/pembentukan-batubara.html' title='Pembentukan Batubara'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3921609334203709372.post-2219296597720035106</id><published>2009-02-28T02:07:00.000-08:00</published><updated>2009-05-05T22:18:11.582-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Soil Science'/><title type='text'>Pemetaan Dengan Sistem Informasi Geografis</title><content type='html'>Dalam SIG terdapat berbagai peran dari berbagai unsur, baik manusia sebagai ahli dan sekaligus operator, perangkat/alat (lunak/keras) maupun objek permasalahan. SIG adalah sebuah rangkaian sistem yang memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan analisis spasial. Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan lunak komputer untuk melakukan pengolahan data seperti : 1)perolehan dan verifikasi, 2)kompilasi, 3)penyimpanan, 4)pembaruan dan perubahan, 5)manajemen dan pertukaran  6)manipulasi, 7)penyajian, 8)analisis (Tor, Bern hardsen, 1992).&lt;br /&gt;    Secara garis besar ada tiga macam data dalam sistem informasi geografi yaitu : (1) data  grafis yang terdiri dari data raster yang merupakan semua data digital yang didapatkan dalam hasil scanning yang belum dalam format vector, selanjutnya data digital yaitu data hasil digitasi yang telah dilengkapi data teks dan atribut lainya  (2) data tabular adalah data-data selain data grafis yang berupa data pendukung berupa teks, angka symbol, dan lainya (3)  data vektor yang telah memiliki koordinat x dan y dan telah dilengkapi dengan data atau informasi objek (Fiantis,2003).&lt;br /&gt;  Konsep sistem informasi memang sudah hadir sebelum teknologi komputer berkembang pesat seperti pada saat ini.  Dengan demikian, sistem informasi yang berkembang pertama kali adalah sistem informasi yang tidak berbasiskan (mendapat dukungan) komputer. Jumlah sistem informasi ini secara alamiah makin hari makin meningkat sehingga tak terkendali, sehingga pada saat teknologi komputer hadirpun, tidak semua sistem informasi ini siap untuk diadaptasikan dengan sistem komputer.  Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti : jumlah sistem informasi yang cukup banyak, dana yang terbatas, karakteristik sistem informasi sangat sederhana (kompleksitas relatif rendah), potensi pengguna sistem informasi relatif tidak tinggi, kebutuhan kecepatan akses data tidak terlalu dipentingkan, kompleksitas organisasi realtif rendah, sistem informasi bersifat manual hingga semi otomatis (dengan bantuan alat bantu mekanik dan elektronik selain komputer dan peripheral-nya) dan tetap mempertahankan tenaga manusia, dan sebab-sebab lainnya (Prahasta, 2002).&lt;br /&gt;Pada dasarnya, istilah sistem informasi geografis merupakan gabungan dari tiga unsur pokok: sistem, informasi dan geografis.  Dengan demikian, pengertian terhadap ketiga unsur-unsur pokok ini akan sangat membantu dalam memahami SIG.  Dengan melihat unsur-unsur pokoknya, maka jelas SIG merupakan salah satu sistem informasi, atau SIG merupakan suatu sistem yang menekankan pada unsur “informasi geografis”.&lt;br /&gt;Prahasta (2002) menjelaskan bahwa SIG dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem berikut:&lt;br /&gt;a.    Data Input    :    Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber.  Subsistem ini pula yang bertanggung jawab dalam menkonversi atau mentransformasikan format - format data aslinya ke dalam format yang dapat digunakan oleh SIG.&lt;br /&gt;b.    Data Output    :    Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dalam bentuk hardcopy seperti : table, grafik, peta, dan lain-lain.&lt;br /&gt;c.    Data Management    :    Subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut ke dalam sebuah basisdata sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, di-update, dan diedit.&lt;br /&gt;d.    Data Manipulation    :    Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3921609334203709372-2219296597720035106?l=18arnev.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://18arnev.blogspot.com/feeds/2219296597720035106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/02/pemetaan-dengan-sistem-informasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/2219296597720035106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3921609334203709372/posts/default/2219296597720035106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://18arnev.blogspot.com/2009/02/pemetaan-dengan-sistem-informasi.html' title='Pemetaan Dengan Sistem Informasi Geografis'/><author><name>18arnev</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15821836454275408584</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='29' src='http://1.bp.blogspot.com/_JwZ6A7Zje50/SajzYO5SdRI/AAAAAAAAAAU/EswD7euqWXE/S220/rendi-04.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
